Sumber : https://radarsurabaya.jawapos.com/read/2018/10/25/100107/manfaatkan-medsos-ikuti-perkembangan-teknologi Oleh : Sirajul Munir ...

Menunggu Kembalinya Kejayaan IKM Tanggulangin Melalui Wisata Terpadu 3 in 1

Oktober 25, 2018 Mas Junior 2 Comments

Sumber : https://radarsurabaya.jawapos.com/read/2018/10/25/100107/manfaatkan-medsos-ikuti-perkembangan-teknologi
Oleh : Sirajul Munir

Seringkali kita menggunakan tas kulit dan koper. Namun terkadang kita sering tidak tau barang tersebut di produksi dimana. Kadang juga kita lebih sering menggunakan tas kulit dan koper hasil impor yang harganya lebih murah. Lantas apakah tidak ada tas kulit dan koper hasil produksi nasional yang kulitas dan harganya mampu bersaing dengan yang impor?

Untuk generasi milenial yang lahir di era tahun 2000-an mungkin tidak akan banyak mengenal Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo yang sempat mengalami masa kejayaannya dalam industri tas dan koper. Karena setelah mengalami masa kejayaan tersebut, Industri Kecil Menengah (IKM) Tanggulangin sempat mengalami masa suramnya beberapa tahun silam.

Sebenarnya IKM di Tanggulangin sudah mulai beroprasi sejak tahun 1960-an melalui para tenaga lepas sebuah perusahan koper yang ada di Surabaya. Sejak itulah IKM tersebut mengalami perkembangan yang signifikan sehingga banyak melahirkan tenaga terampil, dari situlah kemudian banyak bermunculan para pengusaha koper yang mandiri.

Untuk mewadahi perkembangan industri tas dan koper di Tanggulangin, kemudian pada tahun 1975 didirikanlah sebuah Koperasi Industri Tas dan Koper yang diberi nama INTAKO. Melauli koperasi tersebut IKM-IKM yang ada di Tanggulangin merasa terwadahi, baik dengan maksimalnya pemasaran produk atau pun kerjasama antar sesame pengusaha.

Melalui Koperasi INTAKO tersebut, produksi Tas dan Koper di Tanggulangin terus mengalami perkembangan, puncak perkembangan tersebut terjadi pada tahun 2000. Kecamatan Tanggulangin semakin dikenal sebagai sentra produksi tas dan koper nasional.

Namun, setelah mengalami masa kejayaannya. IKM Tas dan Koper di Tanggulangin tidak mampu mempertahankan prestasi tersebut. Terhitung sejak tahun 2000-an IKM tersebut mengalami kemorosotan dan hampir punah. Banyak pengusahan tas dan koper yang memilih gulung tikir, hanya menyisakan 30% pengusaha yang berusaha mempertahankan usaha turun-temurun tersebut. Faktor merosotnya industri tas dan koper di Tanggulangin adalah dampak Lumpur Lapindo yang terjadi pada Mei 2006. Selain itu masuknya barang impor yang tidak mampu tersaingin juga menambah cobaan para pengrajin untuk mempertahankan produksi mereka.

Karena IKM Tanggulangin dinilai mampu menggerakan ekonomi rakyat dan secara otomastis menyumbang pendapatan asli daerah Kabupaten Sidoarjo. Maka Kementrian Perindustrian yang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melakukan Program Revitalisai Sentra Industri Kecil dan Menengah. Program revitalisasi tersebut berfokus untuk memacu produktivitas dan daya saing dari para perajin yang mayoritas memproduksi barang jadi kulit. Sehingga suatu saat melalui program tersebut dapat mengembalikan kejayaan Sentra IKM Tanggulangin.

Revitalisasi Sentra IKM Tanggulangin ini meliputi sektor industri tas, koper dan keunggulan produk lokal lainnya melalui strategi transformasi fisik, ekonomi dan kultural. Upaya ini agar menjadikan sentra IKM Tanggulangin sebagai Kawasan Wisata Terpadu yang memiliki konsep 3 in 1, yaitu wisata belanja, wisata budaya dan kuliner, serta wisata edukasi industri.

Wisata 3 in 1


Wisata 3 in 1 Tanggulangin meliputi Wisata Belanja, Wisata Budaya dan Wisata Edukasi. Selain rebranding Tanggulangin, revitalisasi Tanggulangin juga akan dilakukan. Bentuk revitalisasi fisik Tanggulangin termasuk ke dalam 9 identitas yang akan menjadi ciri khas Tanggulangin.

Disamping sebagai kawasan wisata belanja, maka Sentra IKM Tanggulangi juga dapat menjadi tempat wisata budaya, misalnya dengan dilengkapi berbagai atraksi seni dan budaya lokal Jawa Timur. Sementara untuk wisata edukasi, ditampilkannya historyboard tentang sejarah Sentra IKM Tanggulangin serta mempertontonkan cara pengrajin lokal memproduksi tas dan koper yang ramahlingkungan.

Hal yang tak kalah serunya juga akan terlaksana pada tanggal 2 November 2018, dimana akan ada pemecahan rekor MURI. Melalui even ini, akan menjadi gong pembukaan (launching) rebranding Sentra IKM Tanggulangin. Melalui even ini akan digaungkan  kembali Sentra IKM Tanggulangin sehingga masyarakat tahu akan hal ini. Sementara para stakeholder diharapkan semakin serius dan berkomitmen menangani dan merevitalisasi Sentra IKM Tanggulangin.

Selain itu, dijalankan pula revitalisasi kelembagaan, diantaranya promosi Kawasan Wisata Terpadu Tanggulangin, community branding, promosi produk, mendorong perajin melakukan pemasaran online melalui e-Smart IKM, mendorong tumbuhnya kuliner lokal, peningkatan kapasitas produksi, pemetaan IKM Tanggulangin, menampilkanatraksi seni dan budaya lokal Jawa Timur, serta mempromosikan busana lokal melalui seragam pramuniaga.

Di kutip dari www.kemenperin.go.id, Bupati Sidoarjo Saiful Ilah mengaku optimistis, revitalisasi ini akan meningkatkan kinerja bisnis IKM Tanggulangin serta jumlah kunjungan wisatawanya. “Saat ini, kunjungan wisatawan ke Sentra IKM Tanggulangin sudah mulai mengalami peningkatan,” ungkapnya. Berdasarkan data Dinas Pemuda, Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sidoarjo, jumlah kunjungan wisatawan dalam negeri pada tahun 2014 sebanyak 104.053 orang, mengalami peningkatan sekitar 135 persen sehingga menjadi 244.974 orang pada tahun 2016.

Untuk mengembalikan kejayaan industri tas dan koper Tanggulangin tentu memerlukan sentuhan dari banyak pihak, terutama pihak pemerintah terkait. Industri ini selain bisa menjadi salah satu ikon wisata juga dapat kembali menjadi sumber pendapatan utama Kabupaten Sidoarjo. Selanjutnya juga dibutuhkan metode promosi dan pemasaran yang tepat untuk mengenalkan industri ini ke masyarakat luas, baik nasional maupun internasional.

Nah, buat kalian para generasi milenial juga bisa turut berperan dalam membantu mengembalikan kejayaan industri tas dan koper Tanggulangin melalui keaktifan dalam mengikuti acara Rebranding dan Pemecahan Rekor Muri pada 2 Nopember 2018. Dan jangan lupa untuk terus mempromosikan industri tas dan koper Tanggulangin melalui semua media sosial kalian, agar citra IKM Tanggulangin sebagai sentra industri kembali tercapai. 

2 komentar:

  1. Banyak orang yang berfikir ingin membuka usaha tapi banyak aspek yang membuat orang-orang lebih memilih bekerja https://orangawam.com

    BalasHapus