Menulis bagi saya lebih dari sekedar hobi, ia merupakan sarana bagi saya untuk berkisah, berbagi ilmu/pengalaman dan terkadang juga unt...

Tips Menulis dari Tere Liye

November 23, 2018 Mas Junior 4 Comments


Menulis bagi saya lebih dari sekedar hobi, ia merupakan sarana bagi saya untuk berkisah, berbagi ilmu/pengalaman dan terkadang juga untuk dikomersialkan. Meskipun begitu, skil menulis saya masih belum seberapa dan menulis pun juga belum istiqomah, makanya jangan heran jika sampai detik ini belum ada karya yang dibukukan. Palingan tulisan saya cuma nyangkut di blog ini atau blog tetangga, dan inshaallah juga lagi berusaha di beberapa media cetak.

Ikhtiar untuk menjadi penulis tentu sudah dilakukan, namun terkadang ada saja tantangan ditengah perjalanan. Mulai dari rasa malas, sibuk dengan Gadget atau pekerjan, kurang membaca sehingga sering buntu dan frustasi karena sering gagal juara lomba menulis atau ditolak media online/offline. Setiap penulis hebat tentu punya penawar bagi masalah-masalah tadi, dan juga dengan penawar yang berbeda sesuai karakter dan masalah perindividu.

Oleh karena itu, mendengarkan atau mengikuti workshop kepenulisan menjadi salah satu alternatif untuk menemukan penawar bagi masalah kita pribadi. Karena sering kali penulis memberikan trik dan tip untuk menjadi penulis hebat seperti dirinya. Dan kali ini saya berkesempatan untuk menimba ilmu kepada Tere Liye, acaranya dikemas dengan Workshop Kepenulisan bertempat di Aula PP. Darul Ulum Banyuanyar Putri pada Hari Ahad, 18 November 2018.

Untuk kali pertamanya penulis hebat yang memiliki nama asli Darwis itu menyambangi Pondok Pesantren Banyuanyar. Bagi Banyuanyar ini bukan yang pertama menghadirkan penulis nasional untuk berbagi dan sharing ilmu kepenulisan. Karena Banyuanyar juga pernah mendatangkan pendiri Forum Lingkar Pena (FLP) Helvy Tiana Rosa, Asma Nadia, Habiburrohman El Zhirasy, Salim A. Fillah, Piepit Senja dll.

Dan benar saja, Tere Liye memberikan beberapa Tips Menulis yang tidak di sia-siakan oleh para audien untuk dicatat. Tidak heran jika audien sangat antusias dan mencatat setiap kata-kata yang keluar dari Tere Liye, karena karya beliau selalu memenuhi rak Best Seller di Toko Gramedia. Novel Hafalan Sholat Delisa merupakan novel pertamanya yang Best Seller hingga di filmkan, dan kini hampir dari semua karyanya dilebeli best seller karena selalu membludak dipasaran.

Berikut ada 5 Tips Menjadi Penulis Hebat dari Tere Liye yang berhasil saya catat, dan akan saya ulas dengan bahasa saya sendiri.

1. Topik tulisan bisa apa saja, tapi penulis yang baik selalu menemukan sudut pandang yang spesial.

Sebelum menulis, terlebih dahulu kita harus mencari topik/tema yang akan dibahas dalam tulisan kita. Memilih topik menjadi hal yang penting bagi penulis jika karyanya ingin diminati dan banyak pembacanya. Banyak topik yang bagus untuk dibahas dalam tulisan kita, namun tekadang juga sudah banyak yang membahasnya. Alternatifnya adalah dengan membahasa topik tersebut dengan sudut pandang yang berbeda.
Topik yang diambil dengan sudut pandang yang berbeda selalu menarik perhatian pembaca, karena pembahasannya yang tidak biasa-biasa saja. Tidak masalah jika topik tulisan kita biasa saja, namun ketika mengulasnya dengan sudut pandang yang tidak biasanya, maka karya kita akan memiliki daya tarik sendiri.

2. Penulis membutuhkan amunisi, tanpa amumisi tidak bisa menulis.

Sebelum menulis, kita harus memiliki bekal untuk hal yang akan ditulis. Karena jika otak kita kosong tanpa ada bekal ilmu dan pengalaman didalamnya. Sudah dipastikan tulisan tersebut akan terasa hambar dan sering mengalami kebuntuan ketika menulis. Ada beberapa cara untuk mengisi otak kita dengan macam-macam ilmu dan pengalaman, diantaranya;
  a. Banyak Baca Buku
Mengapa sih kita perlu membaca? Karena membaca merupakan suatu cara untuk mendapaktkan informasi yang ditulis dan informasi yang paling mudah untuk kita peroleh adalah melalui bacaan, baik buku, Koran, Majalah dll. Dengan membaca dapat membuat seseorang memiliki wawasan yang luas, gagasan yang tajam dan meningkatkan kreatifitas.
Dengan sering membaca, maka penulis bisa menguasai banyak kata dan mempelajari berbagai tipe dan model kalimat. Dengan begitu, maka proses menulispun bisa berjalan dengan lancar
  b. Banyak melakukan Perjalanan
Perjalanan atau yang lebih kita kenal dengan nama Travelling merupakan hobi mayoritas umat manusia, karena travelling selalu mengasyikan dan menghibur. Namun selain untuk melepas stress, travelling juga memiliki banyak manfaat. Travelling juga bisa menambah wawasan terhadap suatu tempat, dengan begitu kalian akan mendapatkan informasi baru secara langsung dan membuat kalian menjadi lebih pintar dan banyak tau.
  c. Banyak bertemu dengan orang-orang
Bertemu dengan orang yang baru kenal dan dengan latar belakang berbeda atau jenjang pendidikan berbeda juga bisa menambah wawasan. Oleh karena itu, seorang penulis juga harus bisa sering bertemu dengan orang-orang, terutama yang ilmu dan wawasannya lebih tinggi, supaya dia bisa memperoleh ilmu dari orang tersebut.

3. Kalimat pertama adalah kalimat mudah, gaya bahasa adalah kebiasaan, menyelesaikan lebih gampang.

Sering sekali ketika ingin memulai menulis, tapi merasa kesulitan untuk menentukan kata atau kalimat utamanya. Permasalahn seperti ini sebenarnya hanya hal kecil jika kita mampu mempraktikan tips dari Tere Liye. Caranya cukup gampang untuk memulai sebuah tulisan pada kalimat pertama, bisa dilakukan dengan kalimat asal-asalan yang penting masih berkenaan dengan topic pembahasan, karena kalau sudah bisa mendobrak kebuntuan dikalimat pertama, maka kalimat seterusnya akan lebih gampang mengalir. Dan untuk kalimat pertama tadi yang ditulis secara asal-asalan, bisa di hapus atau diperbaiki lagi. 

4. Mood jelek adalah anugerah, tapi kalau selalu bilang mood jelek, carilah aktivitas yang berbeda.

Mood juga mempengaruhi terhadap tulisan, terkadang ketika sedang mood jelek, kita akan merasa malas dan tidak serius dalam menulis. Mood jelek pasti akan dirasakan oleh stiap orang, oleh karena itu sekiranya perlu mencari suasana dan waktu yang pas untuk mengembalikan mood yang baik. Bisa saja ketika menulis dilakukan diwaktu yang sunyi atau dengan mencari tempat yang segar. Sebaiknya memang berhenti menulis ketiak mood sedang tidak baik, dan berusaha menghilangkannya dengan aktivitas yang berbeda.

5. Latihan, latihan & latihan.

Nah yang terakhir Tipsnya adalah Latihan, latihan dan latihan. Menjadi hal yang sia-sia ketika sering ikut pelatihan atau motivasi tentang kepenulisan tapi tidak diimbangi dengan latihan. Karena menulis tidak cukup teori saja, butuh pembiasaan yang kemudian melahirkan kebiasaan. Latihan menulis bisa dilakukan dengan menulis hal kecil setiap hari, dari aktivitas tersebut akan membentuk jiwa dan karakter seorang penulis, dan tentunya seiring dengan seringnya latihan maka tulisannya akan semakin membaik pula.
Itu dia 5 Tips menjadi penulis dari Tere Liye. Berminat jadi penulis? Coba saja tips tersebut.
Semoga Berhasil!

4 coment�rios:

Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat...

Menyumpah ‘Kembali’ Pemuda Milenial

November 04, 2018 Mas Junior 0 Comments


Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia. Sumpah Pemuda adalah buah dari Kongres Pemuda II yang diselenggarakan Pada hari Sabtu-Minggu, 27-28 Oktober 1928.

Kongres yang berlangsung di Batavia (Jakarta) itu menghasilkan komitmen ingin bersatu demi Indonesia. Mereka pun mengikrarkan 3 hal, yaitu bertanah air Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia dan berbahasa satu bahasa Indonesia. Ketiga hal inilah yang kemudian dikenal sebagai Sumpah Pemuda sampai saat ini.

Bermodalkan semangat pemuda-pemudi Indonesia berkumpul untuk memperkokoh persatuan dan juga menjujung tinggi Indonesia. Pada saat diikrarkannya sumpa pemuda Negara Indonesia belum merdeka. Tentu saja perjuangan-perjuangan pemuda Indonesia adalah untuk mendapatkan kemerdekaan. Salah satunya dengan bersatu menyatukan cita, semangat dan tekad untuk merebut kemerdekaan, bahkan dengan menumpahkan darah sekalipun. 17 tahun kemudian, ikrar ini melahirkan Proklamasi Kemerdekan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945.

Sumpah pemuda yang diperingati  setiap tanggal 28 Oktober adalah untuk membuat pemuda-pemudi Indonesia mengingat perjuangan-perjuangan pemuda Indonesia zaman dulu dan juga sebagai waktu untuk pemuda Indonesia dapat merefleksikan diri melalui hal-hal positif. Sesederhana apapun bentuk refleksi di sumpah pemuda, ketika itu hal positif maka sebagai pemuda kita harus ikut untuk menuangkan karya-karyanya untuk Indonesia.

Refleksi Hari Sumpah Pemuda

Saat ini kondisi Indonesia tengah dihadapkan dengan banyak persoalan, mulai dari maraknya bencana alam yang silih berganti menerpa beberapa wilayah di Indonesia, kejahatan narkoba, terorisme, radikalisme, korupsi, illegal logging, illegal fishing dan sebagainya, itu ada dan terjadi secaran berkesinambungan. Dan yang sangat berbahaya adalah ancaman perpecahan dari bangsa sendiri.

Perpecahan yang paling besar akibat pemilu nyata adanya. Kebebasan berpolitik banyak dimaknai sebebas-bebasnya, sehingga berani menabrak norma yang selama ini melekat dalam kehidupan masyarakat. Adu domba antar kubu pun tak terhindari, ujaran kebencian dan hoaks banyak bertebaran di media sosial setiap harinya sehingga mengakibatkan suasana politik semakin memanas.

Melalui peringatan hari sumpah pemuda tahun ini diharapkan pemuda-pemudi Indonesia bisa memberikan kontribusi nyata untuk mengembalikan lagi semangat persatuan dan menjungjung tinggi Indonesia. Jumlah pemuda di Indonesia mencapai 61,83 juta jiwa atau 24,53 persen dari total 252,04 juta jiwa penduduk Indonesia. Dari jumlah itu, mereka sebetulnya adalah kekuatan potensial dalam mengggerakkan perubahan sosial.

Kalau melihat dari history, pemuda Indonesia merupakan aktor penting dalam beberapa momentum vital yang melahirkan bangsa ini, mulai dari Kebangkitan Nasional, Sumpah Pemuda, Proklamasi Kemerdekaan hingga Revolusi Nasional 1945. Ditangan pemudalah terpikul sebuah tugas sejarah yang besar, melanjutkan dan mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa, yakni mewujudkan persatuan dan kesatuan NKRI.

Pemuda-pemudi bisa menyumbangkan gagasan untuk kemajuan bangsa. Disamping itu, melaui riset atau penelitian pemuda bisa menyumbang pengetahuan yang memperkaya pengetahuan para pengambil kebijakan dan rakyat banyak. Pemuda juga bisa mendorong inovasi dan penemuan teknologi baru untuk kepentingan rakyat banyak.

Ide-ide unik dari generasi pemuda Indonesia terbukti telah banyak mewarnai di era digital saat ini. Lahirnya market place seperti Bukalapak dan Tokopedia adalah inspirasi dari banyak pendiri perusahaan internet pada awal tahun 2000-an. Meski era digital sangat menantang dan persaingan juga ketat. Tapi optimistis pemuda Indonesia, menjadikan era digital sebagai kesempatan baru dan peluang besar untuk berinovasi.

Selain itu Pemuda Indonesia juga harus berada di garda terdepan melawan korupsi, melawan berbagai kebijakan politik yang merugikan rakyat banyak. Dan yang terpenting, pemuda harus bisa mengatasi masalah perpecahan yang ditimbulkan dari berbagai macam aspek serta menjadi fasilitator pemersatu bangsa.

Tidak hanya pemuda, semua komponen bangsa juga harus memaknai Hari Sumpah Pemuda terlebih menjadikan bangsa Indonesia sebagai Rumah Besar bersama yaitu ‘INDONESIA’. Jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan kaum fanatik. Dengan tetap menjaga cita-cita bangsa dan ikut membangun Indonesia yang adil dan solider, yang demokratis dan tetap menghargai pluralitas.

Generasi pemuda Indonesia hari ini harus mewarisi semangat para pemuda yang bersumpah pada tahun 1928 itu. Ini adalah generasi baru yang mencoba mewarisi semangat para pendiri bangsa untuk mengambil risiko besar dalam kehidupan mereka untuk mencapai hal-hal yang lebih besar lagi. Apalagi ini adalah zaman di mana internet telah membantu kita menghilangkan berbagai keterbatasan.

Jadi, sudah saatnya perayaan sumpah pemuda sebagai ajang merefleksikan sumpah pemuda yang diikrarkan sebagai bentuk perjuangan pemuda-pemudi Indonesia dulu. Refleksi ini bisa dilakukan dengan berbagai macam kegiatan yang bernilai positif. Dengan refleksi tersebut menandakan bahwa pemuda sekarang turut bersumpah kembali demi persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

*Terbit di Jawa Pos Radar Madura Edisi Rabu, 07 November 2018 (Menyumpah 'Kembali' Pemuda Milenial)


0 coment�rios: