Pemilu serentak eksekutif dan legislatif tinggal hitungan hari, sudah jamak diketahui bahwa Pemilu serentak tersebut akan berlangsung pa...

Calon Legislatif dan Calon Koruptor

April 15, 2019 Mas Junior 2 Comments


Pemilu serentak eksekutif dan legislatif tinggal hitungan hari, sudah jamak diketahui bahwa Pemilu serentak tersebut akan berlangsung pada hari Rabu, 17 April 2019. Menurut Kasubdit Lembaga Pemerintah dan Lembaga Perwakilan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Dedi Taryadi mengatakan, pelaksanaan pemilu serentak ini adalah pertama kalinya dilakukan di Indonesia. Ini menjadi sejarah bagi pemilu di Indonesia.

Pada pemilu kali ini perhatian masyarakat lebih tertuju pada duel pilpres antara Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi, hal ini juga yang banyak memunculkan ‘perang’ komentar dan tagar di media sosial. Tidak jarang akibat memanasnya tensi politik ini, hoax semakin ‘membanjiri’ kawasan Indonesia. Kabar terbaru yang dilansir oleh detik.com, bahwa selama Agustus-Desember ada sebanyak 62 hoax terkait pemilu 2019 yang berhasil diidentifikasi oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Selain pertarungan pilpres, yang tidak kalah serunya adalah pertarungan calon legislatif yang akan merebutkan 575 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, 136 anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), 2.207 anggota DPR Provinsi serta 17.610 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota/Kabupaten. Para calon tersebut diusung oleh 16 partai politik, ditambah 4 partai daerah khusus yang bertarung di Aceh.

Sejak bergulirnya masa kampanye pada 23 September 2018 yang lalu, banyak bertebaran di sepanjang pinggir jalan alat peraga kampanye (APK) berbagai jenis, seperti bendera parpol dan gambar calon kontestan pemilu 2019. Untuk menarik minat masyarakat, banyak cara kretatif dan unik yang dilakukan para caleg, mulai dari desaing baliho yang tidak biasanya, ukuran baliho yang besar dan ada juga yang fotonya sampai dibuat jungkir balik.

Ambisi tinggi para caleg pun tidak terbendung, mereka tak segan merogoh kocek yang dalam untul all out dalam pemilu kali ini, bahkan ada beberapa caleg yang sampai memasang 1.000 lebih baliho di berbagai titik. Akibat membludaknya pemasangan baliho tersebut, banyak ditemukan di berbagai daerah pemasangan APK yang melanggar aturan. Pelanggaran tersebut beragam, baik dilihat dari sisi letak pemasangan ataupun dari sisi jumlah yang diatur berdasarkan Undang-undang Pemilihan Umum (Pemilu) atau Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 23 Tahun 2018 tentang Kampanye Pemilu.

Selain pelanggaran dalam APK, masih banyak pelanggaran lainya yang dilakukan para caleg, pelanggaran-pelanggaran tersebut hingga membuat mereka kalah sebelum bertanding. Ada caleg yang harus berurusan dengan pihak kepolisian, seperti AH (Inisal Pelaku) caleg dari PKS yang tega mencabuli anak kandungnya selama 8 tahun. SB caleg dari PDIP Kota Jambi ditangkap oleh polisi saat pesta narkoba. RV caleg DPRD Kabupaten Kuningan dari PKB ditangkap oleh Polres Cirebon karena kedapatan menjadi pengedar sabu. Masih banyak lagi masalah caleg yang berurusan dengan kepolisian.

Masih berstatus caleg saja sudah berani melanggar peraturan pemilu dan melanggar hukum, apalagi kalau sudah jadi anggota legislatif. Masih segar dalam ingatan ketika anggota DPRD Kota Malang ‘berjemaah’ ditangkap oleh KPK karena tersangka kasus korupsi, ada 41 anggota yang ditangkap dan hanya menyisakan 4 anggota DPRD. Yang baru-baru ini KPK kembali melakukan operasi tangkap tangan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy yang merupakan anggota DPR RI. Tertangkapnya Romy, sapaan akrab Ketum PPP tersebut akan menambah daftar panjang nama wakil rakyat yang tersangkut korupsi.

Sangat miris ketika anggota DPR/DRPD yang seharusnya menjadi wakil rakyat justru melakukan korupsi yang merupakan tindakan tercela dan merugikan negara. Berdasarkan data KPK anggota DPR/DPRD yang terjerat kasus korupsi sepanjang 2018 melonjak lima kali lipat menjadi 103 orang dari tahun sebelumnya. Jumlah tersebut merupakan yang terbanyak dari tahun-tahun sebelumnya.

Para mantan koruptor bisa bernafas lega dengan keputusan Mahkamah Agung (MA) terkait uji materi pasal 4 ayat (3), Peraqturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPR dan DPRD Kabupaten/kota terhadap Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu (UU Pemilu). Pasal yang diuji materikan itu mengatur soal larangan bagi mantan narapidana kasus korupsi, mantan bandar narkoba dan eks narapidana kasus kejahatan seksual pada anak untuk maju menjadi calon legislatif. Dalam putusannya, MA menyatakan bahwa larangan mantan narapidana kasus korupsi menjadi caleg bertentangan dengan UU Pemilu, sehingga dibolehkannya mantan narapidana kasus korupsi menjadi caleg.

Di antara ribuan calon, terdapat 49 caleg mantan koruptor yang maju di Pemilu 2019. Dengan rincian, 40 caleg untuk Pemilu Legislatif di tingkat DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota. 9 sisanya maju sebagai caleg DPD. 40 mantan koruptor tersebut maju melalui 12 partai politik. Hanya 4 partai politik dari 16 partai peserta pemilu 2019 yang tidak mengusung mantan koruptor menjadi caleg, yakni PKB, PPP, Nasdem dan PSI.

Korupsi yang sudah membudaya di Indonesia sangat sulit dihapuskan, salah satu alasannya karena pengadilan belum memberikan efek jera terhadap hukuman kepada koruptor. Padahal koruptor seharusnya dihukum berat untuk memberikan efek jera sekaligus jadi pelajaran bagi yang lain. Hukuman yang berat terhadap koruptor bisa mengaca terhadap China, dimana saat presiden dijabat oleh Zhu Rong Ji menerapkan hukuman mati bagi koruptor tanpa pandang bulu. Sedangkan di Indonesia, hukuman mati untuk koruptor masih sekedar wacana walapun sudah dianut sebagai hokum positif.

Meberlakun Peraturan KPU Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPR/DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota. Tentang mantan koruptor yang dibolehkan menjadi caleg yang tertuang dalam Pasal 8 ayat 1 huruf  H. selain mantan terpidana korupsi, mantan Bandar narkoba hingga mantan pelaku kejahatan seksual anak pun dilarang jadi caleg. Dengan begitu bisa memberikan efek jera terhadap koruptor. Hal ini senada dengan penilaian Indonesia Corruption Watch (ICW) yang menganggap putusan terhadap pelakun tindak pidana korupsi di Indonesia masih belum maksimal. ICW mencatat sepanjang 2017, rata-rata putusan terhadap pelaku pidana tipikor hanya dua tahun satu bulan.

2 coment�rios:

Judul Buku : Kepak Cahaya Pengarang : Rafif Amir Cetakan 1 : Februari 2019 Tebal : 181 Halaman Penerbit    ...

Kumpulan Puisi "Kepak Cahaya" #Review

April 08, 2019 Mas Junior 0 Comments


Judul Buku : Kepak Cahaya
Pengarang : Rafif Amir
Cetakan 1 : Februari 2019
Tebal : 181 Halaman
Penerbit       : Penerbit Satoe

Sebuah karya tidak akan lepas dari kehidupan sang pembuatnya, seperti halnya karya sastra yang berupa puisi, ia tidak akan lepas dari kehidupan sang penyairnya. Penyair yang mempunyai kedewasaan dan kematangan akan menghasilkan puisi atau syair-syair yang indah. Hal ini juga saya temukan di kumpulan puisi terbaru Babe Rafif Amir yang berjudul ‘Kepak Cahaya’.

Puisi kedua yang ditulis oleh Babe Rafif diambil dari kehidupan sehari-harinya, dari banyak hal yang sering kita semua alami. Hal tersebut sesuai dengan ungkapanya bahwa puisi-puisi tersebut memang hasil dari kisah hidup, kecamuk batin, dan jalan cinta menuju tuhan sang pencipta.

Pernak-pernik perjalan hidup itulah yang kemudian beliau ukir menggunakan keindahan kata-kata dalam setiap puisinya dan memilik makna tersirat didalamnya. Ada juga beberapa puisi yang sulit dipahami maknanya oleh orang awam, tetapi sajak-sajak beliau tetap indah untuk dinikmati pembaca.

Buku ini disusun menjadi beberapa bab, bab tersebut disesuaikan dengan sajak-sajak beliau dipersembahkan kepada orang-orang yang berarti. diantaranya Untuk Tuhan, Untuk Cinta, untuk Negara dan bangsa, untuk keluarga dan sahabat.

Untuk Tuhan

Dalam bab ini, babe Rafif mengisi sajaknya tentang ketuhanan. Terlihat ada banyak kecamuk dan resah yang beliau rasakan dalam menjalani hidup yang fana ini. Memahami betul bahwa hidup hanya sementara dan dunia termasuk fana, sajak-sajak tentang kematian pun sangat mendominasi dalam bab ini.

Untuk Cinta

Bab untuk cinta merupakan bab yang memiliki sajak-sajak puisi terbanyak di buku kepak cahaya ini, terhitung ada 42 sajak. Hidup dengan dekililingi oleh orang-orang yang di sayang membuat babe Rafif ingin mempersembahkan sajak yang indah dan penuh cinta untuk mereka. Pada bab ini sajak pertama dibuka oleh sajak tentang Ibu, karena sudah hal tentu bahwa Ibu adalah cinta pertama kita dan orang yang merawat dan membesarkan kita dengan cinta.

Selain babe Rafif, acap kali para penyair memiliki sajak tentang ibu. Karena cinta kepada seorang ibu sangatlah besar, puisi seindah apa pun hanya bisa melukiskan sedikit cinta itu. Tidak ketinggalan dalam bab ini juga tersedia sajak untuk istri beliau, karena memang kumpulan puisi yang ke dua ini ditulis setelah beliau berumah tangga.

Untuk Negara dan Bangsa

Sajak-sajak pada bab ke 3, babe Rafif persembahkan kepada tanah air Indonesia. Sajak tersebut berisi tentang cita-cita mulia untuk kemajuan Indonesia, tidak luput ia juga ‘menghabisi’ para perampok Negara dengan kata-kata indah namun penuh dengan amarah.

Untuk Keluarga dan Sahabat

Kumpulan puisi dengan tebal 181 ini ditutup dengan sajak-sajak kepada orang-orang tertentu yang babe Rafif anggap sebagai Keluarga dan Sahabat. Dari sajak tersebut, Nampak beliau mengagumi, berterimakasih dan permohonon terhadap nama-nama yang tertulis di bab ini.

Salah satu puisi dalam Kumpulan Puisi 'Kepak Cahaya'

Ajarkan Aku, Tuhan

Ajarkan Aku, Tuhan
Cara memintal kehidupan
Menjadi helai demi helai cahaya
Yang kukenakan sebagai ziarah
Dalam pertarungan panjang
Menuju-Mu

Ajarkan menyanyikan tembang
Yang diracik alam
Di dalam riuh suara pengharapan;
Kecipak mata air
Detak jam dinding
Semilir angin
Serta tetumbuhan yang berdzikir
Dan aku adalah nada
Yang harmoni bersama mereka

Ajarkan aku, Tuhan
Mengeja alif
Dari serangkaian kejadian 
Yang telah kau tulis
Di sepanjang peradaban
Lalu akan kutemukan
Manikam berkilauan
Mengumpal disana

Ajarkan aku menggapai langit
Dan menggali bumi 
Dengan biji-biji yang kautanam di hati
Karena seringkali biji itu berkecambah
Lantas mati

Ajarkan aku, Tuhan
Untuk merawat ingatan 
Tentang peristiwa dahsyat 
Dimana saat itu 
Aku merasa sangat dekat dengan-Mu
Hanya antara aku
Dengan-Mu

Sidoarjo, 9 Mei 2011


0 coment�rios:

Setelah berkutat dengan kesibukan mengurusi ujian siswa kelas akhir, membuat pikiran mumet dan tenaga terkuras. Saya putuskan untuk sej...

Refresing dengan Wahana & Swafoto di Boekit Tinggi Daramista

Maret 23, 2019 Mas Junior 12 Comments


Setelah berkutat dengan kesibukan mengurusi ujian siswa kelas akhir, membuat pikiran mumet dan tenaga terkuras. Saya putuskan untuk sejenak berrefresing di tempat yang indah tapi tidak terlalu jauh dari rumah, karena selain low budget, saya juga masih belum bisa pergi lama-lama.

Pilihan saya tertuju pada Boekit Tinggi Daramista yang terletak di Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep. Meskipun terbilang dekat, hanya berjarak 40 km dari rumah, tapi baru pertamanya saya akan mengeksplore bukit tersebut, dan memang bukit ini baru dibangun untuk kawasan wisata beberapa tahun yang lalu.

Ahad pagi (17/03/19) sekitaran pukul 07.30 saya dan Alif (Ponakan sepupu) berboncengan mengendarai motor matic menuju Kabupaten Sumenep, jika biasanya Kabupaten paling timurnya pulau Madura ini familiar dengan keindahan pulau-pulau gilinya, ternyata kabupaten ini juga memiliki destinasi bukit yang tidak kalah mempesona.

Untuk sampai di Kecamatan Lenteng membutuhkan waktu sekitar 58 menit dengan kecepatan sedang. Sesampainya di bukit Daramista, suasana sejuk khas bebukitan langsung menyambut kedatangan saya, kebetulan juga cuaca sedikit mendung. Ternyata saya pengunjung yang sampai pertama di hari itu, tentu ini termasuk peluang bagi saya untuk berselfie ria tanpa harus antri. Hehe…




Untuk memasuki kawasan wisata Boekit Tinggi Daramista, setiap pengunjung cukup membayar uang masuk sekecil 5K untuk paket biasa dan 15K untuk paket selfie dirumah pohon. Setelah melewati pembayaran tiket masuk, kemudian ada semacam gapura berbentuk huruf B yang dibuat oleh susunan batu-batu, dan ini menjadi objek pertama saya untuk berselfie.Setelah melewatinya, terdapat juga Monumen dengan panjang -+10 meter bertuliskan Boekit Tinggi dengan menggunakan cat berwana merah.


Dari atas Boekit Tinggi ini, saya dapat melihat pemandangan indah Kabupaten Sumenep sampai laut selatan. Tentu ini pemandangan yang saya harapkan untuk memanjakan mata, pemandangan indah dengan dominasi pepohonan hijau yang masih asri. Di Boekit Tinggi ini terdapat beberapa gubuk berukuran 3x4 meter dengan atap menggunakan jerami kering seperti rumah adat orang papua. Di gubuk itu, kita bisa bersantai sembari menyantap bekal yang dibawa atau bisa membelinya di café-café kecil yang sudah tersedia.



Langkah kaki saya berlanjut pada rumah pohon, tidak terlalu tinggi hanya sekitar 3 meter dari atas permukaan bumi. Meski tidak terlalu tinggi, tapi dari atas rumah pohon ini semakin terlihat jelas pemandangan Kabupaten Sumenep. Dengan latar belakang pemandangan indah itu, sangat bagus jika mengabadikan dengan berswafoto.

Dari atas rumah pohon tersedia jembatan kayu menuju lokasi instagramable lainnya, seperti Home Love, Enjoy Park dan Bird’s Nest. Sangat sayang kalau dilewatkan, apalagi semua latar belakangnya Kabupaten Sumenep yang hijau dan asri. Dibagian bawah rumah pohon juga tersedia beberapa hobbit house yang beraneka ukuran, persis seperti yang ada di film The Hobbit.




Selain tempat yang intagramable, tersedia juga beberapa wahana permain disini. Mulai dari Flying Fox sampai Sepeda Gantung. Untuk mencoba wahana ini, pengunjung harus kembali membayar tiket sekecil 20K untuk sekali pakai. Saya pun mencoba untuk menjajal sepeda gantung, lumayan mebuat jantung berdebar karena baru pertama kali dan lokasinya diatas bukit yang tinggi. 


Saking banyaknya tempat yang bagus untuk dijadikan latar belakang berselfie, tanpa terasa memori hp pun terisi penuh. Akhirnya saya menyudahi travelling kali ini setelah puas dengan pemandangan dan permainan yang tersedia di Boekit Tinggi ini. 

Sangat bersyukur karena dengan low budget bisa mengembalikan mood dan semangat saya.
Buat teman-teman yang sedang bermain ke Madura jangan lupa mampir ke Boekit Tinggi, dijamin tidak akan menyesal setelah menikmati keindahan dan wahana bermainnya. Sampai bertemu di Travelling selanjutnya ya… 

Versi Vlog Klik

#VisitSumenep #VisitMadura

12 coment�rios:

Kalau bicara tentang keindahan taman bawah laut dan pantai pasir putih yang indah di Indonesia, tentu jawabannya pasti di Bali, Raja A...

Explore Gili Labak : Surga Bawah Laut di Madura

Februari 10, 2019 Mas Junior 17 Comments


Kalau bicara tentang keindahan taman bawah laut dan pantai pasir putih yang indah di Indonesia, tentu jawabannya pasti di Bali, Raja Ampat, Karimunjawa. Indonesia memang dikenal memiliki ribuan pulau dan kehidupan lautnya yang beragam indah, sangat cocok untuk dijadikan tempat olahraga diving dan snorkeling.

Selain tempat yang telah disebut, ada juga pulau tersembunyi yang memiliki kehidupan bawah laut yang indah. Pulau tersebut masih termasuk bagian dari Pulau Madura dan terletak diujung paling timur. Namanya Pulau Gili Labak.

Pulau Gili Labak sering disebut sebagai Hidden Paradise, itu tidak lepas karena keberadaannya baru mencuat beberapa tahun belakangan. Seiring kemajuan teknologi dan informasi, Pulau Gili Labak pun semakin populer, terbukti dari seringnya kapal wisatawan asing yang berlabuh di pulau tersebut.

Meski aku orang Madura, tapi baru kemarin pertama kalinya merasakan keindahan Pulau Gili Labak. Waktu itu bertepat Hari Sabtu, 22 Desember 2018. Bersama dengan teman-teman Forum Lingkar Pena (FLP) se-Jawa Timur seharian meng-eksplore  pesona Pulau Gili Labak.


Untuk sampai ke Gili Labak, dari pelabuhan Kalianget kami menggunakan 2 perahu motor yang berisi 35 orang/perahunya. Sekitar pukul 06.34 WIB perahu mulai berlayar menembus ombak, saat kami berangkat air laut sedang surut, namun setelah setengah perjalanan ombak lumayan besar menerjang perahu yang aku tumpangi, bahkan sampai air masuk ke perahu.

Perjalanan sedikit membosankan, karena untuk sampai ke Gili Labak dari Pelabuhan Kalianget membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam.

Semakin perahu mendekat ke Pulau Gili Labak, keindahan pasir putihnya pun mulai nampak mempesona. Kondisi ombaknya semakin stabil dan air lautnya pun semakin jernih, dari atas perahu mulai terlihat keindahan terumbu karang yang di kelilingi ikan-ikan kecil. Jadi tidak sabar untuk segera Snorkeling.

Akhirnya perahu yang aku tumpangi berhasil menepi dibibir pantai dengan selamat. Sejauh mata memandang yang nampak adalah hamparan pasir putih yang bersih, pepohonan hijau, perahu-perahu wisatawan dan warga setempat. Terdapat juga tugu berukuran lumayan besar bertuliskan Pulau Gili Labak dengan cat berwarna-warni.


Sejenak saya beristirahat di kursi kayu beratapan daun jerami yang banyak tersedia di sepanjang pantai, tersedia juga warung-warung warga yang menyediakan beraneka makanan dan snack. Sangat direkomendasikan untuk membawa sunblock sebagai penawar dari terik matahari yang lumayan menyengat.

Setelah melepas lelah, aku pun mulai menyusuri bibir pantai dengan bertelanjang kaki untuk meresapi kelembutan pasir putih yang bersih. Tak henti-hentinya saya mengabadikan moment di berbagai titik yang instagramable.

Di Gili Labak juga tersedia berbagai macam wahana permainan, seperti ATV yang bisa digunakan untuk menyusuri pantai dan Banana Boot untuk seru-seruan dilaut. Namun tak ada satu pun yang saya coba karena saya lebih memilih mengekspor secara alami dan hemat dikantong. Hehe...

Semakin matahari beranjak, panas sinarnya pun semakin terasa menyengat. Suasana seperti itulah yang kemudian mendorong aku dan teman-teman FLP Jatim untuk menyeburkan badan ke laut. Berenang dengan bermacam gaya sampai lompat-lompat dari atas perahu yang sedang parkir. Kondisi air laut yang bersih dan jernih membuatku betah berlama-lama, meski terkadang tidak sengaja air laut yang asin masuk kedalam mulutku.


Puas berenang, aku pun beristirahat sembari bersenda gurau dengan teman-teman FLP Jatim bagian Ikhwan. Sedangkan bagian Akhwatnya mendapat jatah pertama untuk melakukan snorkeling dan tidak bisa bersamaan karena alat snorkelingnya terbatas. Meskipun sebenarnya aku sudah tidak sabar ingin cepat-cepat bersnorkeling, tapi keterbatasan memaksaku untu menunggu, hal ini yang membuat rasa penasaranku semakin tinggi tentang Surga Bawah Laut Pulau Gili Labak.

Snorkeling: Menyusuri Surga Bawah Laut Gili Labak



Inilah momen yang aku tunggu-tungu, Snorkeling. Perahu kembali bersandar kebibir pantai, teman-teman akhwat FLP turun dari atas perahu dengan wajah senang dan ada pula yang seperti kelelahan.

Perahu kembali berlayar ke tengah laut dan mencari sport karang yang indah dan aman, dengan kedalaman sekitar 2 miter. Diatas perahu alat snorkling yang tersedia hanya kaca mata renang dan selang nafas, ada pula pelampung bagi yang kurang mahir dalam berenang.

Dari atas perahu sudah lumayan terlihat keindahan terumbu karang yang dikelilingi oleh ikan kecil berwarna-warni. Tak sabar, aku pun pertama lompat kelaut dan bersnorkeling. Semakin dalam menyelam, semakin deket pula dengan terumbu karang dan juga ikan-ikan yang berwara-wiri di sekitarku. Sungguh sangat indah surga bawah laut Gili Labak.

Karena baru pertamakali snorkeling, aku merasa kurang nyaman menggunakan selang nafas, terkadang air tak sengaja masuk ke mulut. Akhirnya aku memilih snorkeling dengan hanya menggunakan kaca mata renang dan tidak menggunakan pelampung. Karena kalau menggunakan pelampung hanya mengambang diatas permukaan dan tidak bisa menyelam kedalam laut bahkan sampai dasarnya.


Sejak kecil aku sudah terbiasa berenang di sungai, bahkan saat sungai sedang banjir. Dengan bekal itulah saya bisa dengan leluasa bersnorkeling meski hanya menggunakan kaca mata renang.

Karena tidak menggunakan alat bantu pernafasan, aku hanya bisa bertahan didalam air sekitaran 2 menit. Dan kebetulan saat itu kondisi ombak tidak terlalu besar, sehingga sangat nyaman untuk bersnorkeling. Setelah mengambil nafas kepermukaan, aku pun kembali menyelam menyusuri dasar laut yang dipenuhi terumbu karang yang masih asri.

Untuk mengabadikan momen berharga ini, saya pun berfoto di dalam air menggunakan camera waterproof yang disediakan oleh tour guidenya. Sayangnya, cameranya kurang bagus, sehingga gambar didalam airnya kurang jelas. Tapi itu tidak jadi masalah, karena perjalanan membosankan selama 2 jam diatas perahu terbayar lunas dengan keindahan surga bawah laut Pulau Gili Labak.


Karena hari sudah beranjak sore, maka saya harus mengakhiri ekplore Gili Labak kali ini, meskipun masih ada rasa kurang puasa bersnorklingnya, tapi harus diikhlaskan karena takut semakin besar ombaknya kalau sampai malam hari. Akhirnya sekitaran jam 15.30 perahu pun berlayar kembali menuju Pelabuhan Kalianget.


17 coment�rios:

Status santri mulai melekat pada diriku sejak hari Rabu tanggal 26 Juni 2013. Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan pimpinan ...

Blogger Santri : Estafet Perjuangan Dakwah di Era Digital

Januari 25, 2019 Mas Junior 30 Comments


Status santri mulai melekat pada diriku sejak hari Rabu tanggal 26 Juni 2013. Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan pimpinan RKH. Mohammad Syamsul Airifin adalah pesantren yang aku pilih untuk memperdalam ilmu agama.

Selama 3 tahun nyantri di penjara suci, saya tidak hanya belajar tentang ilmu agama. Tetapi saya juga aktif mengikuti organisasi kepenulisan yang dirintis oleh Helvy Tiana Rosa, Asma Nadia dan Muthmainah, yaitu Forum Lingkar Pena (FLP). Sejak saat itulah saya mulai belajar merangkai kata demi kata hingga menghasilkan sebuah karya.

Dengan kondisi pesantren yang memiliki peraturan dan batasan, sedikit menghambat perkembangan saya dalam menekuni dunia kepenulisan. Belum lagi akses sumber refrensi yang hanya tersedia seadanya di perpustakaan pesantren yang berupa buku-buku dan koran langganan.

Berbeda jauh dengan kondisi kehidupan diluar pesantren yang dengan bebasnya mengakses informasi dengan cepat kapan saja dan dimana saja. Hal itu tidak lepas dari pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan begitu sumber refrensi lebih gampang diperoleh dan up to date.

Selama di pesantren tulisanku hanya berhasil dimuat di Majalah Dinding dan Majalah Pesantren, meski hanya level majalah yang berskala internal pesantren, ada kebahagian tersendiri ketika karyaku bisa di nikmati oleh orang lain. Itulah kemudian yang menjadi alasan terbesar untuk konsisten dalam kepenulisan.

Pernah sekali aku  mencoba keberuntungan dan mengetes level kepenulisanku dengan memberanikan mengirim karya ke media cetak. Namun, perjuangan itu belum membuahkan hasil. Sebagai penulis pemula, hal itu tentu membuatku patah semangat dan tidak pernah percaya diri lagi mengirim karya ke media cetak atau media online.

Selain faktor kekecewaan, sulitnya mengakses internet di pesantren juga menjadi alasan bagiku untuk tidak lagi mengirim karya ke media. Kecuali ke media internal pesantren, aku tetap berusaha konsisten karena itu merupakan dakwah bil qolam yang mampu aku lakukan.

Dakwa bil qolam atau dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan dakwah dengan pena merupakan jargon dari FLP. Jika biasanya dakwah dilakukan dengan lisan, maka anak-anak FLP yang memiliki bakat dalam menulis mengkoloborasikan tulisan dengan dakwah. Sehingga tulisan tersebut dapat bernilai pahala jika bermanfaat kepada pembaca.

Dakwah dengan tulisan sebenarnya sudah berlangsung 14 abad yang lalu, yaitu Selepas wafatnya Rasulullah di tahun 632 M, tepatnya pada masa kepemimpinan Khalifah Utsman bin Affan, bersama para sahabat kala itu mulai menaruh perhatian yang serius pada dakwah bil qalam.

Penyampaian pesan-pesan Islam yang bersumber dari kitab suci Al Quran, dirasa tidak efektif lagi jika hanya sekedar mengandalkan lisan. Bahkan sudah sampai tahap sangat mengkhawatirkan karena adanya reduksi hingga bias informasi yang diterima. Seiring dengan semakin luas dan beragamnya mad’u atau objek dakwah yang menerima dakwah Islam masa itu.

Bismillah… Saya Blogger

Setelah lulus dari pesantren pada pertengahan tahun 2016, aku pun mulai berinteraksi lagi dengan dunia luar yang bebas dan lepas. Namun kenyataan tidak sesuai dengan ekspektasiku waktu menjadi santri. Beranggapan bahwa akan lebih produktif menulis ketika sudah keluar dari pesantren dengan kemudahan mengakses informasi dan komunikasi secara cepat.

Kebebasan justru membuatku jauh dengan dunia literasi, akibat kecanduan dengan smartphone dan sosial media. Biasanya saat di pesantren aku bisa mengkhatamkan 2 buku dalam seminggu, berbanding jauh dengan kondisi saat lulus dari pesantren yang dalam 1 tahun hanya mengkhatamkan 2 buku saja.

Jangan tanyakan gimana dengan kebiasaan menulisku, karena dengan sedikitnya membaca itu membuatku malas dan buntu ketika menulis. Dan benar saja yang dikatan oleh penulis-penulis hebat bahwa membaca adalah bahan bakar untuk menulis, semakin banyak yang dibaca maka semakin banyak pula yang ditulis.


Pada pertengahan 2018 aku dipertemukan dengan Komunitas Blogger Madura (Plat-M), singkat cerita akupun bergabung dengan Plat-M sejak tanggal 5 Agustus 2018, diresmikan oleh Mas Wahyu Alam selaku Founder Plat-M. Sejak saat itulah saya mulai mengenal lebih dalam lagi tentang blog, namun masih kaku dalam desain blognya karena bukan anak TI di kampus.

Mendengarkan beberapa keunggulan dan manfaat menjadi blogger yang disampaikan oleh Mas Wahyu, aku pun tertarik untuk ngeblog. Untuk menguatkan komitmenku menjadi seorang blogger, dengan uang hasil pinjaman akupun membeli domain untuk blokku. Dengan membaca basmalah, lahirlah www.masjhoo.com.

Dakwa Bil Medsos

Setelah memiliki blog pribadi, aku bisa menyebarkan lebih luas lagi tulisanku, dengan begitu semakin banyak pula pembacanya. Aku tidak kecewa lagi jika tulisan saya ditolak oleh media online/offline, karena saya bisa mempostingnya diblog pribadi saya, tentunya dengan konsekuensi pembaca yang tidak seluas di media yang lain. Berhubung blog yang masih seumur jagung.

Sebenarnya aku masih belum inten dalam memposting tulisan yang ada unsur-unsur agamanya, tapi paling tidak saya berusaha menghadirkan konten yang memiliki nilai positif, karena itu termasuk dari bagian dakwah bil qolam dan memerangi maraknya penyebaran hoax.

Dengan pesatnya perkembangan teknologi dan informasi menghadirkan pradigma baru, yaitu dakwah bil qolam dan dakwah bil medsos. aku merasa itu tidak lepas dari pesatnya kemajuan teknologi yang menawarkan sumber informasi komunikasi yang dapat di akses tanpa mengenal waktu dan tempat.

Internet seperangkat dengan media sosial di dalamnya misalnya, keduanya mampu mendistribusikan pesan dengan luas dan dengan mudah menyebarkan informasi kepada banyak orang. Di era milenial, internet dan juga media sosial telah menjadi sedemikian besar dan berdaya sebagai alat informasi dan komunikasi yang tidak dapat diabaikan.

Hal itulah yang membuat perubahan yang signifikan dalam dunia komunikasi dakwah. Yang dulunya terbatas oleh ruang dan waktu, kini dakwah bisa dilakukan dengan lebih mudah dan efektif. Melalui media sosial dan internet, dakwah bisa tersampaikan dengan baik dibandingkan dengan dakwah mimbar ke mimbar.

"Sampaikanlah dariku, walau hanya satu ayat!", demikian kalimat tegas yang keluar dari lisan mulia Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam. Seuntai kalimat yang sangat terkenal di tengah kalangan umatnya, menunjukkan betapa pentingnya urgensi dakwah Islam. Itulah yang memotivasiku untuk tidak segan dan takut dalam menuliskan dan menyampaikan  ayat-ayat langit kepada setiap makhluk bumi, walaupun itu hanya satu ayat. 

Sejak memiliki blog, akupun mulai terbiasa lagi menulis. Dengan kebiasaan itu membuat tulisan saya lebih baik lagi. Dan akhirnya karyaku berhasil menembus di media regional dan nasional. Awalnya tulisanku yang berupa opini dimuat oleh Koran Jawa Pos Radar Madura dan baru-baru ini artikelku juga dimuat di detikcom.

Semoga kedepannya aku semakin konsiten dan produktif dalam berkarya, terutama karya bernilai positif sehingga mampu melanjutkan estafet perjuangan dakwah di era digital.

30 coment�rios:

Sejak bulan November 2018 mayoritas daerah di Indonesia telah memasuki musim penghujan, meskipun tidak merata karena Indonesia term...

Tips Menjaga Kesehatan saat Musim Penghujan

Januari 23, 2019 Mas Junior 3 Comments


Sejak bulan November 2018 mayoritas daerah di Indonesia telah memasuki musim penghujan, meskipun tidak merata karena Indonesia termasuk daerah tropis, diantara Benua Asia dan Australia, diantara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, terdiri dari pulau dan kepulauan yang membujur dari barat ke timur, dikelilingi oleh lautan, menyebabkan wilayah Indonesia memiliki keragaman cuaca dan iklim.

Perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) puncak musim hujan akan berlangsung sejak bulan Januari 2019. Oleh karena itu, masyarakat dihimbau untuk siap siaga dalam menghadapi musim penghujang, terutama dari segi kesehatan. 

Pergantian musim dari musim kemarau ke musim penghujan ini biasanya membuat tubuh lebih rentan terhadap gangguan kesehatan. Hal ini disebabkan karena tubuh dipaksa beradaptasi dengan suhu dan kelembapan udara yang berbeda daripada sebelumnya. Jika tidak segera mendapatkan perhatian dan penanganan yang serius maka kemungkinan tubuh terkena penyakit akan lebih besar. Sehingga tak heran jika ruang tunggu dokter akan lebih penuh saat musim penghujan.

Kondisi badan yang tidak sehat tentu sangat menghambat terhadap aktifitas dan pekerjaan kita, namun jangan khawatir karena masih ada beberapa usaha yang bisa kita lakukan untuk mencegah penyakit datang. Berikut saya rangkumkan beberapa Tips menjaga kesehatan dikala musim hujan yang saya dapat dari buku kesehatan, artikel kesehatan dan Tips dari dokter yang menangani saya waktu dulu sakit. 

• Menjaga Pola Makan & Minum

Asupan makanan merupakan aspek penting bagi daya tahan tubuh. Jika asupan makanan kurang bergizi, daya tahan tubuh akan gampang menurun. Sehingga kuman penyakit lebih mudah masuk dan berkembang. Supaya zat gizi tercukupi, maka penting kiranya untuk memperhatikan pola makan sehat dengan mengkonsumsi karbohidrat, lauk pauk, sayuran, buah-buahan dan minum air putih yang banyak.

Selain pola makan, pola minum juga harus dijaga untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan cairan. Rasa haus seringkali jarang terjadi karena musim penghujan dan udara yang dingin. Padahal baik musim kemarau maupun musim penghujan, kebutuhan cairan dalam tubuh tetap saja sama. oleh sebab itu, pastikan jika anda tetap mengkonsumsi cairan sedikitnya 1,5 liter perhari. Jika merasa bosan mengkonsumsi air putih terus-menerus, air tersebut bisa diubah menjadi the tawar atau air jahe yang akan membuat tubuh terasa lebih hangat.

• Rutin Berolahraga

Olahraga merupakan cara sederhana dan mudah tapi besar manfaatnya. Latihan fisik selama 30 menit mampu mengaktifkan sel darah putih. Dalam buku Guyton dan Hall, sel darah putih berfungsi menyediakan pertahan yang cepat dan kuat terhadap daerah tubuh yang mengalami peradangan.
Semakin rutin berolahraga, semakin bagus untuk metabolisme.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam buku panduannya mengenai Global Recommendations on Physical Activity for Health menyarankan orang usia dewasa yang sehat untuk melakukan olahraga minimal 150 menit perminggu. Dengan minimal 150 menit saja perminggu, itu sudah sangat bermanfaat bagi keburan dan kesehatan.

• Menjaga Pola Tidur

Tidur merupakan waktu tubuh istirahat untuk pemulihan seluruh system anggota badan. Kualitas tidur itu sangat penting dalam menjaga kesehatan, perlu kiranya istirahat dan tidur secukupnya, namun jangan pula dengan porsi yang berlebihan.

Tubuh yang mendapatkan porsi tidur yang berlebih akan membuat tubuh menjadi lemas dan kaku pada otot. Selain itu, hindari pula begadang sampai larut malam. Tidur yang cukup bisa memulihkan kembali stamina dan memperbaiki system kekebalan tubuh. Untuk itulah, pastikan tidur dengan porsi yang cukup dimalam hari.

• Berpakaian Tebal dan Hangat

Musim penghujan sudah tentu memiliki suasana udara yang dingin tidak seperti biasanya, untuk menahan rasa dingin bisa dengan menggunakan pakaian yang tebal dan hangat. Karena pakaian yang tebal dan hangat juga akan mempengaruhi kesehatan dimusim penghujan. Baju tranparan dan tipis kurang cocok dikenakan saat musim dingin, terutama jika memiliki aktifitas yang dilakukan diluar ruangan.

Oleh sebab itu, ada baiknya jika memilih pakaian yang lebih tertutup, tebal dan bisa memberikan rasa hangat terhadap tubuh. Dengan begitu, tubuakan terjaga dari udara dingin saat musim penghujan.

• Mandi Setelah Hujan

Setelah kehujanan, ada baiknya dilanjutkan mandi. Meskipun terdengar konyol, tetapi mandi setelah kehujanan dapat membantu mengusir banyak infeksi. Saat mandi tambahkan beberapa tetes Dettol atau Savlon ke dalam air untuk menghilangkan kuman.

Itulah sedikit Tips yang bisa saya bagikan untuk para pembaca, semoga bisa bermanfaat. 

3 coment�rios:

Untuk pertama kalinya saya akan travelling keluar kota dengan menggunakan motor, dan motor yang akan saya pakai adalah motor matic d...

Perjuangan Mengejar Sunrise di Gunung Bromo

Januari 12, 2019 Mas Junior 19 Comments


Untuk pertama kalinya saya akan travelling keluar kota dengan menggunakan motor, dan motor yang akan saya pakai adalah motor matic dari pabrikan Honda. Sebelum berangkat, terlebih dahulu saya mengecek kenormalan dan kenyamanan motor yang akan saya gunakan, karena tentu tidak ingin jika ditengah perjalanan ada gangguan mengenai motor, karena itu akan sangat menghambat dan mengganggu.

Sabtu (24/11/2018), Pagi-pagi sekali saya sudah bangun untuk mempersiapkan bekal dan perlengkapan selama travelling, tak ketinggalan pula dengan surat-surat kendaraan. Saya berboncengan dengan anak sepupu yang masih duduk dikelas 3 SMA, Alif Afiruddin. Setelah semuanya dirasa lengkap, maka sekitaran jam 06.30 motor matic saya melaju meninggalkan Desa Grujugan Kec. Larangan Kab. Pamekasan.

Masih ada lagi 4 teman saya dengan menggunakan 2 motor. Ada Kak Lutfi yang berboncengan dengan kak Agus, dan Kak Ghafur yang berboncengan dengan Chila (Tunangannya, ini yang bikin baper blooo… Hehe). Dan merekalah yang membuat saya boring, karena hampir satu jam saya menunggu di kota, sehingga mengakibatkan keberangkatan menjadi molor sampai jam 07.53 WIB.

Perjalanan pun dimulai dengan kecepatan rata-rata, kami berangkat melewati Sampang Bangkalan dan melintasi tol Suramadu yang baru kemarin digratiskan. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan melewati Surabaya, Sidoarjo (sempat berhenti untuk mengisi BBM dan Sholat), Pasuruan dan sampailah di Probolinggo.

Sesampainya di Probolinggo kami tidak langsung ke Gunung Bromo, karena masih siang hari dan bukan waktu yang pas untuk ekspedisi ke Gunung Bromo. Akhirnya kami masih mampir dirumah family  Kak Agus yang terletak di Kecamatan Krucil. Perjalanan kesana lumayan jauh dan medan jalannya berkelo-kelok serta penuh dengan tanjakan turunan tajam. Setelah perjalan 9 jam, kami pun sampai di Kecamatan Krucil jam 17.22 WIB.

Krucil adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Probolinggo yang terletak di kaki Gunung Argopuro, wilayah terluar di bagian sisi tenggara Kabupaten Probolinggo. Suasana disini sangat dingin dan sempat juga gerimis. Kami pun mengisi perut dan beristirahat untuk mengusir lelah setelah perjalanan panjang dari Pamekasan ke Probolinggo.


Bromo Adventure dengan Motor Matic 110 CC

Petualangan dimulai, setelah istirahat sampai jam 12 malam, kami siap-siap melanjutkan perjalanan menuju Gunung Bromo. Dinginnya angin malam ditambah sedikit girimis membuat rasa dingin tetap berasa meski sudah menggunakan jacket berlapis. Butuh waktu sekitaran 2 jam untuk kami sampai di daerah Gunung Bromo. Terlebih dahulu kami membeli aksesoris pelengkap untuk menahan hawa dingin, seperti sarum tangan dan kupluk yang bisa didapatkan dengan harga 30.000.

Untuk sampai ke gunung bromo, tersedia penyewaan Mobil Jeep dengan harga bervarian sesuai dengan awal pemberangkatan. Karena medan yang semakin menanjak dan curam, maka wisatawan yang menggunakan bus atau mobil biasa harus berganti ke mobil jeep yang banyak tersedia. Tapi saya dengan teman-teman memutuskan untuk tetap menggunakan motor masing-masing untuk beburu sunrise di Gunung Bromo.

Dengan kondisi sedikit ngantuk, kami melanjutkan perjalanan. Untuk memasuki area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru satu motor dengan 2 orang harus membayar tiket sebesar 75.000. setelah membeli ticket kami langsung bergegas melanjutkan perjalanan takut matahari keburu terbit. Meskipun dini hari, ternyata sudah banyak wisatawan di sepanjang jalan dan menuju lokasi untuk melihat sunrise gunung bromo. 

Tidak salah kami rela bangun tengah malam dan sampai dini hari di Gunung Bromo, karena memang waktu itu yang pas dan sangat ditunggu-tunggu oleh wisatawan. Karena baru pertama ke Gunung Bromo, saya dan teman-teman sempat nyasar dan harus tanya-tanya sebelum sampai ke lautan pasir. Sempat ada tukang ojek yang menawarkan menjadi tour guide dengan harga 50.000 sekali perjalanan, tapi kami tolak karena ingin menghemat keuangan.

Setelah tanya sana-sini, akhirnya kami berhasil memasuki area lautan pasir, saat itu suasana lautan pasir sangat gelap. Untuk melewati lautan pasir tidak semudah lewat dijalanan biasanya, karena tebalnya pasir membuat roda motor kami licin dan berputar ditempat. Beberapa kali kami hampir jatuh dan terpaksa harus memacu motor pelan-pelan meski saat itu kami sangat keburu karena takut terlambat untuk melihat sunrise.

Setelah berhasil melewati Lautan Pasir, ternyata masih ada satu tangtangan lagi, yaitu tanjakan tinggi. Saya sedikit pesimis dengan motor matic saya yang hanya dibekali dengan  mesin 110 CC, apalagi diboncengi dengan Alif. Sempat kepikiran untuk ngojek, namun karena banyak pertimbangan, saya pun memutuskan untuk berjuang dengan motor matic saya untuk berburu sunrise. 

Dengan membaca basmalah, saya memacu motor matic saya dengan kecepatan penuh, sedikit tertinggal oleh Kak Lutfi dan Kak Ghafur yang menggunakan Motor Matic dengan mesin 150 CC dan 125 CC. Tanjakan pertama berhasil dilewati, begitupun dengan tanjakan selanjutnya. Namun, disaat tanjakan dan ada tikungannya, motor saya tidak kuat lagi meneruskan perjalanan. Akhirnya Alif harus turun dari boncengan dan membantu mendorong.


Dan akhirnya perjuangan kami membuahkan hasil, kami berhasil sampai di Puncak Penanjakan, salah satu puncak tertinggi untuk melihat matahari terbit ke arah Kaldera Tengger, salah satunya termasuk Gunung Bromo. Masyarakat sekitar mengkalim tempat ini memiliki terpaan angin yang paling kencang, oleh karena itu kalau mau kesini harus lebih mempersiapkan perlengkapan yang dibutuhkan.



Selang beberapa saat kemudian, kami dan ratusan orang yang sudah berkumpul diatas puncak disuguhi dengan pemandangan indah matahari yang perlahan lahir dari ujung bumi paling timur. Tak jarang orang-orang yang melihat keindahan tersebut mengabadikannya dengan berfoto-foto dan ngevlog. Subhanallah, Sejenak saya tertegun dan memuji kebesaran Allah sang pencipta Alam.

Rasa lapar pun tidak terasa karena saking asyiknya berselfie ria dan menikmati keindahan Gunung Bromo dari Puncak Penanjakan. Setelah puas, jam 06.27 WIB kami pun mulai menuruni puncak penanjakan. Alhamdulillah berjalan lancar, tapi harus hati-hati dan pastikan rem berfungsi dengan maksimal karena banyak turunan yang tajam.



Sesampainya kembali di lautan pasir, kami pun kembali befoto ria. Dan kini lautan pasir sudah sangat nampak jelas tidak seperti awal berangkat. Selain itu juga sudah tersedia kuda-kuda untuk disewa berjalan-jalan menyusuri lautan pasir. Karena kondisi kantong yang tidak terlalu tebal, kami hanya memilih berfoto dengan Mobil Jeep yang banyak terparkir di lautan pasir.

Setelah puas bersenang-senang di Gunung Bromo. Petualangan kami pun berlanjut ke Kota Malang….


Video #Vlog1 Sunrise di Gunung Bromo


19 coment�rios:

Liburan… Hampir semua orang berekspresi penuh kegembiraan ketika mendengan kata liburan, suasana pantai dengan anginnya yang sepoi-sep...

Liburan Ceria dan Edukatif bagi Anak-anak di Kelas Menulis Cahaya

Januari 01, 2019 Mas Junior 14 Comments


Liburan…
Hampir semua orang berekspresi penuh kegembiraan ketika mendengan kata liburan, suasana pantai dengan anginnya yang sepoi-sepoi dan pemandangan indah dari atas pegunungan langsung terbayang-bayang. Namun tak jarang juga sebagian orang menghabiskan liburannya dengan diam dirumah, main hp, tidur dan nonton tv. Liburan juga perlu direncanakan supaya bisa menyenangkan dan sesuai dengan budget serta kuota waktunya.

Jika kalian sekarang sebagai orang tua, tentu tidak hanya memikirkan liburan sesuai keinginan pribadi, namun juga dengan liburan sang buah hati. Karena liburan sekolah sudah tentu menjadi hal yang ditunggu-tunggu oleh anak-anak. Dan bagi orang tua, hal ini justru menjadi PR tersendiri. Dengan kegiatan apa untuk mengisi liburan anak-anak?

Sudah pasti setiap orang tua menginginkan kegiatan liburan diisi tidak hanya dengan kegiatan menyenangkan, tetapi juga edukatif bagi anak-anak. Orang tua harus memberikan liburan berkualitas yang bisa menumbuhkan kreativitas dan kecerdasan emosi anak.

Semisal seperti yang dilakukan oleh beberapa orang tua di Kabupaten Pamekasan yang mengisi liburan buah hatinya dengan kegiatan “Kelas Menulis Cahaya” yang diadakan oleh Taman Baca Masyarakat (TBM) Maos berkoloborasi dengan Forum lingkar Pena (FLP) Cabang Pamekasan.

Kelas Menulis Cahaya merupakan kegiatan yang dilaksanakan ketika liburan sekolah dengan mengusung konsep liburan ceria yang eduaktif, dan ditahun ini sudah tahun ketiga kegiatan tersebut rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Anak-anak tidak hanya akan diajak berlibur ke tempat wisata, namun juga akan diisi dengan materi kepenulisan dan keilmuan lainnya yang disajikan dengan metode belajar sambil bermain supaya tidak monoton dan membosankan.

Kelas Menulis Cahaya kali ini berlangsung sejak tanggal 27 s.d 29 Desember 2018 yang berlokasi di 3 tempat berbeda dengan peserta sebanyak 35 anak (18 Perempuan & 17 Laki-laki) :

Hari Pertama, Istana Kata
Pertemuan pertama berlokasi di Kantor Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Biro Pamekasan. Namun sebelum memasuki pada materi kepenulisan, terlebih dahulu anak-anak yang masih duduk di bangku SD dan SMP tersebut diajak ke Lapangan Pendopo Ronggosukowati untuk Ta’aruf dan setelah itu diisi dengan game.


Setelah seru-seruan dengan game, anak-anak diberikan kesempatan untuk istirahat sejenak dan snack time. Lalu dilanjutkan dengan pembagian kelompok, dimana setiap kelompok ada mentor yang mendampingi, diantaranya adalah : Kak Ami, Kak Diah, Kak Mala, Kak Jannah, Kak Ubabah, Kak Yusuf dan Kak Jhoo.

Dengan didampingi mentor masing-masing, anak-anak diajak untuk mengamati keadaan disekitar pendopo, semisal pedagang kaki lima, kerbersihan pendopo, Satpol PP dll. Selain mengamati anak-anak juga dibimbing untuk menulis sesuai yang diamati kemudian dilanjutkan dengan sesi sharing terkait hal yang telah diamati dan ditulis.

Tak cukup disitu, anak-anak kemudian diberikan materi kepenulisan berita JPRM langsung dari Ibu Sari Purwati yang tengah menjabat sebagai Kepala JPRM Biro Pamekasan. Tidak hanya mengenalkan penulisan berita, anak-anak juga diberi penjelasan manajemen dan proses percetakan korannya hingga bisa sampa kepada pembaca.


Setelah dibekali materi, anak-anak kemudian diajak untuk praktik langsung layaknya wartawan sungguhan, mulai dari mewawancarai masayrakat umum, PKL, satpol PP sampai aparat kepolisian. Dan dilakukan evaluasi oleh wartawan JPRM Moh. Ali Muhsin terhadap hasil tulisan anak-anak. Sekitaran jam 12 pertemuan hari pertama di akhiri.

Hari Kedua, Pohon Suara
Kelas menulis berlanjut pada hari Jum’at bertempat dikantor Karimata FM yang berada di Jl. Raya Panglegur No. 123 Pamekasan. Mereka akan diajak untuk belajar mengenai bidang siaran, bidang penulisan dan bidang produksi. Dihari kedua ini, anak-anak terlebih dahulu diberikan puzzle untuk disusun dengan ketentuan setiap kelompok satu gambar.


Pukul 07.30 anak-anak dibawa masuk ke dalam studio Radio Karimata FM dan dibriefing terlebih dahulu, kemudian mereka diajak untuk melihat langsung proses pekerjaan di radio karimata. Mulai dari ruang siar, setelah itu keruang guide keeper dan terakhir diruang rekaman, setiap kelompok bergantian ruang setiap 20 menit.

Tidak beda dengan hari pertama, pada hari kedua ini anak-anak juga diberi kesempatan untuk praktek langsung bahkan sampai ada yang live on-air di Radio Karimata FM. Namun sebelumnya mereka diberikan tantangan untuk menulis cerita tentang segala hal yang menarik dan tidak mengandung unsure SARA atau negatif lainnya.


Setelah menulis cerita, setiap anak diseleksi oleh mentornya masing-masing untuk membacakan cerita yang telah mereka buat. Bagi anak yang berhasil membacakan dengan baik kemudian dipilih untuk live di guide keeper. Kegiatan dihari kedua ditutup dengan pemberian feedback, refleksi dan serah terima sumbangan buku tulis ke Radio, penutupan.

Hari Ketiga, Hutan Cahaya
Kelas Menulis Cahaya kali ini berakhir di Pantai Jumiang Pamekasan. Sebelumnya, pukul 06.30 anak-anak berkumpul di Masjid Jamik Pamekasan, kemudian menuju Pantai Jumiang dengan menggunakan 2 bus mini. Perjalanan dari Masjid Jamik Pamekasan ke Pantai Jumiang ditempuh dengan waktu 27 menit.


Untuk membuka acara dipagi itu, anak-anak diajak bermain dibibir pantai untuk menikmati angin sepoi-sepoi sembari bermain pasir. Dilanjutkan dengan game, dimana gamenya ada dua, Game karet sedot dan Game meletuskan balon. Game karet sedot dibagi menjadi 4 kelompok, 2 kelompok akhwat dan 2 kelompok ikhwan, game ini melatih kekompakan dan ketangkasan anak-anak untuk memasukan karet kedalam sedotan dengan diberi batas pinjakan kaki.

Dalam game meletuskan balon juga dibagi kelompok sama dengan game karet sedot. Terlebih dahulu mereka dikasih balon dan ditiup sampai mengembang, dalam game ini setiap anak harus pandai menjaga balonnya agar tidak diletuskan oleh kelompok yang lain. Kemenangan diukur dari anggota kelompok paling banyak balon yang mampu dipertahankan.


Setelah asik bermain game, sesi berikutnya adalah Workshop Vlogging yang diisi oleh Vany Arifiansah, seorang Vlogger dan Youtuber asal Kabupaten Pamekasan. Dalam sesi ini anak-anak diperkenalkan dengan seputar videografis yang meliputi peralatan yang dibutuhkan, cara mengelola cerita menjadi konsep dan tampil PD didepan camera.

Seperti biasanya, setelah anak-anak dibekali materi, kemudian mereka diarahkan untuk praktek langsung materi yang telah disampaikan oleh Kak Vany. Setiap kelompok memiliki tugas membuat Content Video sesuai dengan tema yang telah ditentukan, dan akan dipilih video terbaik dari beberapa kelompok.


Selain video terbaik, ada juga penyematan peserta terbaik dan juga para pemenang dalam game yang telah dilaksanakan, dan berhak mendapatkan hadiah menarik dari panitia. Akhirnya acara Kelas Menulis Cahaya kali ini ditutup dengan bakar-bakar ikan dan makan bersama.

14 coment�rios: