Liburan… Hampir semua orang berekspresi penuh kegembiraan ketika mendengan kata liburan, suasana pantai dengan anginnya yang sepoi-sep...

Liburan Ceria dan Edukatif bagi Anak-anak di Kelas Menulis Cahaya

Januari 01, 2019 Mas Junior 14 Comments


Liburan…
Hampir semua orang berekspresi penuh kegembiraan ketika mendengan kata liburan, suasana pantai dengan anginnya yang sepoi-sepoi dan pemandangan indah dari atas pegunungan langsung terbayang-bayang. Namun tak jarang juga sebagian orang menghabiskan liburannya dengan diam dirumah, main hp, tidur dan nonton tv. Liburan juga perlu direncanakan supaya bisa menyenangkan dan sesuai dengan budget serta kuota waktunya.

Jika kalian sekarang sebagai orang tua, tentu tidak hanya memikirkan liburan sesuai keinginan pribadi, namun juga dengan liburan sang buah hati. Karena liburan sekolah sudah tentu menjadi hal yang ditunggu-tunggu oleh anak-anak. Dan bagi orang tua, hal ini justru menjadi PR tersendiri. Dengan kegiatan apa untuk mengisi liburan anak-anak?

Sudah pasti setiap orang tua menginginkan kegiatan liburan diisi tidak hanya dengan kegiatan menyenangkan, tetapi juga edukatif bagi anak-anak. Orang tua harus memberikan liburan berkualitas yang bisa menumbuhkan kreativitas dan kecerdasan emosi anak.

Semisal seperti yang dilakukan oleh beberapa orang tua di Kabupaten Pamekasan yang mengisi liburan buah hatinya dengan kegiatan “Kelas Menulis Cahaya” yang diadakan oleh Taman Baca Masyarakat (TBM) Maos berkoloborasi dengan Forum lingkar Pena (FLP) Cabang Pamekasan.

Kelas Menulis Cahaya merupakan kegiatan yang dilaksanakan ketika liburan sekolah dengan mengusung konsep liburan ceria yang eduaktif, dan ditahun ini sudah tahun ketiga kegiatan tersebut rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Anak-anak tidak hanya akan diajak berlibur ke tempat wisata, namun juga akan diisi dengan materi kepenulisan dan keilmuan lainnya yang disajikan dengan metode belajar sambil bermain supaya tidak monoton dan membosankan.

Kelas Menulis Cahaya kali ini berlangsung sejak tanggal 27 s.d 29 Desember 2018 yang berlokasi di 3 tempat berbeda dengan peserta sebanyak 35 anak (18 Perempuan & 17 Laki-laki) :

Hari Pertama, Istana Kata
Pertemuan pertama berlokasi di Kantor Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Biro Pamekasan. Namun sebelum memasuki pada materi kepenulisan, terlebih dahulu anak-anak yang masih duduk di bangku SD dan SMP tersebut diajak ke Lapangan Pendopo Ronggosukowati untuk Ta’aruf dan setelah itu diisi dengan game.


Setelah seru-seruan dengan game, anak-anak diberikan kesempatan untuk istirahat sejenak dan snack time. Lalu dilanjutkan dengan pembagian kelompok, dimana setiap kelompok ada mentor yang mendampingi, diantaranya adalah : Kak Ami, Kak Diah, Kak Mala, Kak Jannah, Kak Ubabah, Kak Yusuf dan Kak Jhoo.

Dengan didampingi mentor masing-masing, anak-anak diajak untuk mengamati keadaan disekitar pendopo, semisal pedagang kaki lima, kerbersihan pendopo, Satpol PP dll. Selain mengamati anak-anak juga dibimbing untuk menulis sesuai yang diamati kemudian dilanjutkan dengan sesi sharing terkait hal yang telah diamati dan ditulis.

Tak cukup disitu, anak-anak kemudian diberikan materi kepenulisan berita JPRM langsung dari Ibu Sari Purwati yang tengah menjabat sebagai Kepala JPRM Biro Pamekasan. Tidak hanya mengenalkan penulisan berita, anak-anak juga diberi penjelasan manajemen dan proses percetakan korannya hingga bisa sampa kepada pembaca.


Setelah dibekali materi, anak-anak kemudian diajak untuk praktik langsung layaknya wartawan sungguhan, mulai dari mewawancarai masayrakat umum, PKL, satpol PP sampai aparat kepolisian. Dan dilakukan evaluasi oleh wartawan JPRM Moh. Ali Muhsin terhadap hasil tulisan anak-anak. Sekitaran jam 12 pertemuan hari pertama di akhiri.

Hari Kedua, Pohon Suara
Kelas menulis berlanjut pada hari Jum’at bertempat dikantor Karimata FM yang berada di Jl. Raya Panglegur No. 123 Pamekasan. Mereka akan diajak untuk belajar mengenai bidang siaran, bidang penulisan dan bidang produksi. Dihari kedua ini, anak-anak terlebih dahulu diberikan puzzle untuk disusun dengan ketentuan setiap kelompok satu gambar.


Pukul 07.30 anak-anak dibawa masuk ke dalam studio Radio Karimata FM dan dibriefing terlebih dahulu, kemudian mereka diajak untuk melihat langsung proses pekerjaan di radio karimata. Mulai dari ruang siar, setelah itu keruang guide keeper dan terakhir diruang rekaman, setiap kelompok bergantian ruang setiap 20 menit.

Tidak beda dengan hari pertama, pada hari kedua ini anak-anak juga diberi kesempatan untuk praktek langsung bahkan sampai ada yang live on-air di Radio Karimata FM. Namun sebelumnya mereka diberikan tantangan untuk menulis cerita tentang segala hal yang menarik dan tidak mengandung unsure SARA atau negatif lainnya.


Setelah menulis cerita, setiap anak diseleksi oleh mentornya masing-masing untuk membacakan cerita yang telah mereka buat. Bagi anak yang berhasil membacakan dengan baik kemudian dipilih untuk live di guide keeper. Kegiatan dihari kedua ditutup dengan pemberian feedback, refleksi dan serah terima sumbangan buku tulis ke Radio, penutupan.

Hari Ketiga, Hutan Cahaya
Kelas Menulis Cahaya kali ini berakhir di Pantai Jumiang Pamekasan. Sebelumnya, pukul 06.30 anak-anak berkumpul di Masjid Jamik Pamekasan, kemudian menuju Pantai Jumiang dengan menggunakan 2 bus mini. Perjalanan dari Masjid Jamik Pamekasan ke Pantai Jumiang ditempuh dengan waktu 27 menit.


Untuk membuka acara dipagi itu, anak-anak diajak bermain dibibir pantai untuk menikmati angin sepoi-sepoi sembari bermain pasir. Dilanjutkan dengan game, dimana gamenya ada dua, Game karet sedot dan Game meletuskan balon. Game karet sedot dibagi menjadi 4 kelompok, 2 kelompok akhwat dan 2 kelompok ikhwan, game ini melatih kekompakan dan ketangkasan anak-anak untuk memasukan karet kedalam sedotan dengan diberi batas pinjakan kaki.

Dalam game meletuskan balon juga dibagi kelompok sama dengan game karet sedot. Terlebih dahulu mereka dikasih balon dan ditiup sampai mengembang, dalam game ini setiap anak harus pandai menjaga balonnya agar tidak diletuskan oleh kelompok yang lain. Kemenangan diukur dari anggota kelompok paling banyak balon yang mampu dipertahankan.


Setelah asik bermain game, sesi berikutnya adalah Workshop Vlogging yang diisi oleh Vany Arifiansah, seorang Vlogger dan Youtuber asal Kabupaten Pamekasan. Dalam sesi ini anak-anak diperkenalkan dengan seputar videografis yang meliputi peralatan yang dibutuhkan, cara mengelola cerita menjadi konsep dan tampil PD didepan camera.

Seperti biasanya, setelah anak-anak dibekali materi, kemudian mereka diarahkan untuk praktek langsung materi yang telah disampaikan oleh Kak Vany. Setiap kelompok memiliki tugas membuat Content Video sesuai dengan tema yang telah ditentukan, dan akan dipilih video terbaik dari beberapa kelompok.


Selain video terbaik, ada juga penyematan peserta terbaik dan juga para pemenang dalam game yang telah dilaksanakan, dan berhak mendapatkan hadiah menarik dari panitia. Akhirnya acara Kelas Menulis Cahaya kali ini ditutup dengan bakar-bakar ikan dan makan bersama.

14 komentar:

  1. Udah punya penghasilan GK gan??

    BalasHapus
  2. itu nanti ada waktunya gan heheh

    BalasHapus
  3. Semangaaaat. Berbagi itu Indah. Semoga menjadi Jariah.

    BalasHapus
  4. Seru. Ini worth banget buat anak-anak. Akan menjadi kenangan tak terlupakan seumur hidup.

    BalasHapus
  5. Keren nih yg ngadain acaranya. Anak2 dg minat menulis jd lebih terarah tujuannya. Semestinya kegiatan seperti ini lebih sering diadakan di waktu libur anak2.

    BalasHapus
  6. Ini liburan edukasi yang pas dan menarik untuk dijadikan pioneer, alias bisa dijadikan contoh bagi orang/komunitas lain. Mengadakan liburan yang produktif ini benar-benar bagus.

    BalasHapus
  7. Wah padat materinya tapi mengasyikkan, jadi pengen meniru buat kelas jurnalistikku, terima kasih ya tulisannya

    BalasHapus
  8. Anak2 pasti seneng bngt ini, tp anak2 yg bagaimana dulu tidak semua anak senang, karena menurut pengalaman anak2 kines itu lbh suka berada dalam wahana ekstrim, klo ini mah cocoknya buat anak2 yg lbh suka berfikir,apa tuh namanya.. lupa saya

    BalasHapus
  9. kelas menulis cahaya jadi inget kegiatan menulis di cahayaloka, dulu bagian dari flp depok. semoga selalu bermanfaat dan berkah untuk kk kk fasil.

    BalasHapus
  10. Liburan sambil belajar ya 😀 keren banget konsep yg kek gitu,

    BalasHapus
  11. Menginspirasi sekali semoga bisa ditiru oleh temen-temen yang lain.

    BalasHapus