Untuk pertama kalinya saya akan travelling keluar kota dengan menggunakan motor, dan motor yang akan saya pakai adalah motor matic d...

Perjuangan Mengejar Sunrise di Gunung Bromo

Januari 12, 2019 Mas Junior 18 Comments


Untuk pertama kalinya saya akan travelling keluar kota dengan menggunakan motor, dan motor yang akan saya pakai adalah motor matic dari pabrikan Honda. Sebelum berangkat, terlebih dahulu saya mengecek kenormalan dan kenyamanan motor yang akan saya gunakan, karena tentu tidak ingin jika ditengah perjalanan ada gangguan mengenai motor, karena itu akan sangat menghambat dan mengganggu.

Sabtu (24/11/2018), Pagi-pagi sekali saya sudah bangun untuk mempersiapkan bekal dan perlengkapan selama travelling, tak ketinggalan pula dengan surat-surat kendaraan. Saya berboncengan dengan anak sepupu yang masih duduk dikelas 3 SMA, Alif Afiruddin. Setelah semuanya dirasa lengkap, maka sekitaran jam 06.30 motor matic saya melaju meninggalkan Desa Grujugan Kec. Larangan Kab. Pamekasan.

Masih ada lagi 4 teman saya dengan menggunakan 2 motor. Ada Kak Lutfi yang berboncengan dengan kak Agus, dan Kak Ghafur yang berboncengan dengan Chila (Tunangannya, ini yang bikin baper blooo… Hehe). Dan merekalah yang membuat saya boring, karena hampir satu jam saya menunggu di kota, sehingga mengakibatkan keberangkatan menjadi molor sampai jam 07.53 WIB.

Perjalanan pun dimulai dengan kecepatan rata-rata, kami berangkat melewati Sampang Bangkalan dan melintasi tol Suramadu yang baru kemarin digratiskan. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan melewati Surabaya, Sidoarjo (sempat berhenti untuk mengisi BBM dan Sholat), Pasuruan dan sampailah di Probolinggo.

Sesampainya di Probolinggo kami tidak langsung ke Gunung Bromo, karena masih siang hari dan bukan waktu yang pas untuk ekspedisi ke Gunung Bromo. Akhirnya kami masih mampir dirumah family  Kak Agus yang terletak di Kecamatan Krucil. Perjalanan kesana lumayan jauh dan medan jalannya berkelo-kelok serta penuh dengan tanjakan turunan tajam. Setelah perjalan 9 jam, kami pun sampai di Kecamatan Krucil jam 17.22 WIB.

Krucil adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Probolinggo yang terletak di kaki Gunung Argopuro, wilayah terluar di bagian sisi tenggara Kabupaten Probolinggo. Suasana disini sangat dingin dan sempat juga gerimis. Kami pun mengisi perut dan beristirahat untuk mengusir lelah setelah perjalanan panjang dari Pamekasan ke Probolinggo.


Bromo Adventure dengan Motor Matic 110 CC

Petualangan dimulai, setelah istirahat sampai jam 12 malam, kami siap-siap melanjutkan perjalanan menuju Gunung Bromo. Dinginnya angin malam ditambah sedikit girimis membuat rasa dingin tetap berasa meski sudah menggunakan jacket berlapis. Butuh waktu sekitaran 2 jam untuk kami sampai di daerah Gunung Bromo. Terlebih dahulu kami membeli aksesoris pelengkap untuk menahan hawa dingin, seperti sarum tangan dan kupluk yang bisa didapatkan dengan harga 30.000.

Untuk sampai ke gunung bromo, tersedia penyewaan Mobil Jeep dengan harga bervarian sesuai dengan awal pemberangkatan. Karena medan yang semakin menanjak dan curam, maka wisatawan yang menggunakan bus atau mobil biasa harus berganti ke mobil jeep yang banyak tersedia. Tapi saya dengan teman-teman memutuskan untuk tetap menggunakan motor masing-masing untuk beburu sunrise di Gunung Bromo.

Dengan kondisi sedikit ngantuk, kami melanjutkan perjalanan. Untuk memasuki area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru satu motor dengan 2 orang harus membayar tiket sebesar 75.000. setelah membeli ticket kami langsung bergegas melanjutkan perjalanan takut matahari keburu terbit. Meskipun dini hari, ternyata sudah banyak wisatawan di sepanjang jalan dan menuju lokasi untuk melihat sunrise gunung bromo. 

Tidak salah kami rela bangun tengah malam dan sampai dini hari di Gunung Bromo, karena memang waktu itu yang pas dan sangat ditunggu-tunggu oleh wisatawan. Karena baru pertama ke Gunung Bromo, saya dan teman-teman sempat nyasar dan harus tanya-tanya sebelum sampai ke lautan pasir. Sempat ada tukang ojek yang menawarkan menjadi tour guide dengan harga 50.000 sekali perjalanan, tapi kami tolak karena ingin menghemat keuangan.

Setelah tanya sana-sini, akhirnya kami berhasil memasuki area lautan pasir, saat itu suasana lautan pasir sangat gelap. Untuk melewati lautan pasir tidak semudah lewat dijalanan biasanya, karena tebalnya pasir membuat roda motor kami licin dan berputar ditempat. Beberapa kali kami hampir jatuh dan terpaksa harus memacu motor pelan-pelan meski saat itu kami sangat keburu karena takut terlambat untuk melihat sunrise.

Setelah berhasil melewati Lautan Pasir, ternyata masih ada satu tangtangan lagi, yaitu tanjakan tinggi. Saya sedikit pesimis dengan motor matic saya yang hanya dibekali dengan  mesin 110 CC, apalagi diboncengi dengan Alif. Sempat kepikiran untuk ngojek, namun karena banyak pertimbangan, saya pun memutuskan untuk berjuang dengan motor matic saya untuk berburu sunrise. 

Dengan membaca basmalah, saya memacu motor matic saya dengan kecepatan penuh, sedikit tertinggal oleh Kak Lutfi dan Kak Ghafur yang menggunakan Motor Matic dengan mesin 150 CC dan 125 CC. Tanjakan pertama berhasil dilewati, begitupun dengan tanjakan selanjutnya. Namun, disaat tanjakan dan ada tikungannya, motor saya tidak kuat lagi meneruskan perjalanan. Akhirnya Alif harus turun dari boncengan dan membantu mendorong.


Dan akhirnya perjuangan kami membuahkan hasil, kami berhasil sampai di Puncak Penanjakan, salah satu puncak tertinggi untuk melihat matahari terbit ke arah Kaldera Tengger, salah satunya termasuk Gunung Bromo. Masyarakat sekitar mengkalim tempat ini memiliki terpaan angin yang paling kencang, oleh karena itu kalau mau kesini harus lebih mempersiapkan perlengkapan yang dibutuhkan.



Selang beberapa saat kemudian, kami dan ratusan orang yang sudah berkumpul diatas puncak disuguhi dengan pemandangan indah matahari yang perlahan lahir dari ujung bumi paling timur. Tak jarang orang-orang yang melihat keindahan tersebut mengabadikannya dengan berfoto-foto dan ngevlog. Subhanallah, Sejenak saya tertegun dan memuji kebesaran Allah sang pencipta Alam.

Rasa lapar pun tidak terasa karena saking asyiknya berselfie ria dan menikmati keindahan Gunung Bromo dari Puncak Penanjakan. Setelah puas, jam 06.27 WIB kami pun mulai menuruni puncak penanjakan. Alhamdulillah berjalan lancar, tapi harus hati-hati dan pastikan rem berfungsi dengan maksimal karena banyak turunan yang tajam.



Sesampainya kembali di lautan pasir, kami pun kembali befoto ria. Dan kini lautan pasir sudah sangat nampak jelas tidak seperti awal berangkat. Selain itu juga sudah tersedia kuda-kuda untuk disewa berjalan-jalan menyusuri lautan pasir. Karena kondisi kantong yang tidak terlalu tebal, kami hanya memilih berfoto dengan Mobil Jeep yang banyak terparkir di lautan pasir.

Setelah puas bersenang-senang di Gunung Bromo. Petualangan kami pun berlanjut ke Kota Malang….


Video #Vlog1 Sunrise di Gunung Bromo


18 komentar:

  1. Selamat mengeksplor Malang Raya, Kak.
    Gunung Bromo dan sunrise-nya memang punya daya tarik yang menakjubkan, sebagai upaya mensyukuri keindahan alam.
    Jangan lupa untuk mampir ke berbagai tempat destinasi wisata di Malang.

    BalasHapus
  2. Bromo.. Tak pernah bosan meski dah 3x kesana.. Sunrise nya bikon balik lagi.. Apalagi kl liat d penanjakan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya dong mbak, tempatnya kan bagus banget...Hehe

      Hapus
  3. Aku belum pernah ke Bromo, piluu..perjalanan seru plus nekad ya naik motor ke atas hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadikan Resolusi 2019 Trip ke Bromo, biar tau nikmatnya...

      Hapus
  4. Ini nih impian saya ke sini sejak lama tapi belum terealisasi juga. Lebih tepatnya saya sih yang malas berusaha mewujudkan niat ke bromo LOL. Insyaa Allah tahun ini deh yaa. Semoga cuacanya bersahabat.

    BalasHapus
  5. Bromo! Aku pengen banget ke sana. Pemandangan dari Puncak Penanjakan keren sekali ya. Beruntung Mas Jhoo bisa menjumpai sunrise di sana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kurang lengkap kayaknya kalau ke Bromo tidak melihat Sunrise mbak...

      Hapus
  6. Huaaa... jadi pengen ke Bromo

    BalasHapus
  7. Baru sekali ke bromo. Belum puas. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Next time inshaallah nyampek lagi bee...

      Hapus
  8. destinasi mengisi waktu liburan dengan barokah

    BalasHapus
  9. Lama di Jawa Timur tapi belum mampir ke Bromo 😀

    BalasHapus
    Balasan
    1. Langsung agendakan secepatnya mas...
      Piye pas gak pernah... Hehe

      Hapus