Judul Buku : Kepak Cahaya Pengarang : Rafif Amir Cetakan 1 : Februari 2019 Tebal : 181 Halaman Penerbit    ...

Kumpulan Puisi "Kepak Cahaya" #Review

April 08, 2019 Mas Junior 0 Comments


Judul Buku : Kepak Cahaya
Pengarang : Rafif Amir
Cetakan 1 : Februari 2019
Tebal : 181 Halaman
Penerbit       : Penerbit Satoe

Sebuah karya tidak akan lepas dari kehidupan sang pembuatnya, seperti halnya karya sastra yang berupa puisi, ia tidak akan lepas dari kehidupan sang penyairnya. Penyair yang mempunyai kedewasaan dan kematangan akan menghasilkan puisi atau syair-syair yang indah. Hal ini juga saya temukan di kumpulan puisi terbaru Babe Rafif Amir yang berjudul ‘Kepak Cahaya’.

Puisi kedua yang ditulis oleh Babe Rafif diambil dari kehidupan sehari-harinya, dari banyak hal yang sering kita semua alami. Hal tersebut sesuai dengan ungkapanya bahwa puisi-puisi tersebut memang hasil dari kisah hidup, kecamuk batin, dan jalan cinta menuju tuhan sang pencipta.

Pernak-pernik perjalan hidup itulah yang kemudian beliau ukir menggunakan keindahan kata-kata dalam setiap puisinya dan memilik makna tersirat didalamnya. Ada juga beberapa puisi yang sulit dipahami maknanya oleh orang awam, tetapi sajak-sajak beliau tetap indah untuk dinikmati pembaca.

Buku ini disusun menjadi beberapa bab, bab tersebut disesuaikan dengan sajak-sajak beliau dipersembahkan kepada orang-orang yang berarti. diantaranya Untuk Tuhan, Untuk Cinta, untuk Negara dan bangsa, untuk keluarga dan sahabat.

Untuk Tuhan

Dalam bab ini, babe Rafif mengisi sajaknya tentang ketuhanan. Terlihat ada banyak kecamuk dan resah yang beliau rasakan dalam menjalani hidup yang fana ini. Memahami betul bahwa hidup hanya sementara dan dunia termasuk fana, sajak-sajak tentang kematian pun sangat mendominasi dalam bab ini.

Untuk Cinta

Bab untuk cinta merupakan bab yang memiliki sajak-sajak puisi terbanyak di buku kepak cahaya ini, terhitung ada 42 sajak. Hidup dengan dekililingi oleh orang-orang yang di sayang membuat babe Rafif ingin mempersembahkan sajak yang indah dan penuh cinta untuk mereka. Pada bab ini sajak pertama dibuka oleh sajak tentang Ibu, karena sudah hal tentu bahwa Ibu adalah cinta pertama kita dan orang yang merawat dan membesarkan kita dengan cinta.

Selain babe Rafif, acap kali para penyair memiliki sajak tentang ibu. Karena cinta kepada seorang ibu sangatlah besar, puisi seindah apa pun hanya bisa melukiskan sedikit cinta itu. Tidak ketinggalan dalam bab ini juga tersedia sajak untuk istri beliau, karena memang kumpulan puisi yang ke dua ini ditulis setelah beliau berumah tangga.

Untuk Negara dan Bangsa

Sajak-sajak pada bab ke 3, babe Rafif persembahkan kepada tanah air Indonesia. Sajak tersebut berisi tentang cita-cita mulia untuk kemajuan Indonesia, tidak luput ia juga ‘menghabisi’ para perampok Negara dengan kata-kata indah namun penuh dengan amarah.

Untuk Keluarga dan Sahabat

Kumpulan puisi dengan tebal 181 ini ditutup dengan sajak-sajak kepada orang-orang tertentu yang babe Rafif anggap sebagai Keluarga dan Sahabat. Dari sajak tersebut, Nampak beliau mengagumi, berterimakasih dan permohonon terhadap nama-nama yang tertulis di bab ini.

Salah satu puisi dalam Kumpulan Puisi 'Kepak Cahaya'

Ajarkan Aku, Tuhan

Ajarkan Aku, Tuhan
Cara memintal kehidupan
Menjadi helai demi helai cahaya
Yang kukenakan sebagai ziarah
Dalam pertarungan panjang
Menuju-Mu

Ajarkan menyanyikan tembang
Yang diracik alam
Di dalam riuh suara pengharapan;
Kecipak mata air
Detak jam dinding
Semilir angin
Serta tetumbuhan yang berdzikir
Dan aku adalah nada
Yang harmoni bersama mereka

Ajarkan aku, Tuhan
Mengeja alif
Dari serangkaian kejadian 
Yang telah kau tulis
Di sepanjang peradaban
Lalu akan kutemukan
Manikam berkilauan
Mengumpal disana

Ajarkan aku menggapai langit
Dan menggali bumi 
Dengan biji-biji yang kautanam di hati
Karena seringkali biji itu berkecambah
Lantas mati

Ajarkan aku, Tuhan
Untuk merawat ingatan 
Tentang peristiwa dahsyat 
Dimana saat itu 
Aku merasa sangat dekat dengan-Mu
Hanya antara aku
Dengan-Mu

Sidoarjo, 9 Mei 2011


0 coment�rios: