Dulu Indonesia dikenal sebagai Mutiara dari timur, julukan tersebut diberikan oleh bangsa barat karena Indonesia merupakan negara ke...

Freeport Indonesia: Menggali dan Membangun Mutiara dari Indonesia Timur

Januari 13, 2020 Mas Junior 0 Comments


Dulu Indonesia dikenal sebagai Mutiara dari timur, julukan tersebut diberikan oleh bangsa barat karena Indonesia merupakan negara kepulaun yang memiliki sumber kekayaan alam dan rempah-rempah, sehingga membuat bangsa barat memburu rempah-rempah tersebut. Selain itu, rempah-rempah yang didapat dari Nusantara dijual dengan harga tinggi karena kualitasnya yang bermutu.

Selain rempah-rempah, masih ada kekayan alam Indonesia yang tersimpan diperut bumi ibu pertiwi bagian timur. Kekayaan alam tersebut adalah kandungan emas yang terletak di Kabupaten Mimika Provinsi Papua. Bukan hanya emas saja yang banyak di temukan di papua, tetapi juga nikel, tembaga, gas dan uranium. Papua terletak diantara lautan dan samudra pasifik yang membentang, termasuk dalam wilayah agraris. Hasil lautnya tidak sedikit, berjenis-jenis ikan dan terumbu karang banyak juga di temukan di perairan papua.

Tidak salah memang jika menyebut Papua sebagai surga kecil anugerah dari Allah SWT. untuk Negara Indonesia. Namun sayang, kekayaan alam di Papua justru berbanding terbalik dengan kondisi masyarakatnya, dimana Papua menduduki posisi pertama sebagai provinsi termiskin di Indonesai.

Ada banyak faktor yang menyebabkan papua menjadi provinsi dengan tingkat kemiskinan masyarakatnya tinggi. Diantaranya masih minimnya infrastruktur yang terkait pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Belum meratanya program pembangunan, khususnya di pedesaan, luar Pulau Jawa, daerah terpencil, dan daerah perbatasan, khususnya Papua. Masih terbatasnya akses masyarakat miskin terhadap pelayanan dasar. Kondisi kemiskinan sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga kebutuhan pokok. Fluktuasi ini berdampak besar pada daya beli masyarakat miskin.

Lalu apa manfaat Emas yang ada dibumi papua? Bukannya bisa menyelamatkan ekonomi masyarakatnya?

Kita tau bahwa Indonesia memiliki tambang emas terbesar di dunia yang terletak di Kabupaten Mimika Provinsi Papua. Diperkirakan cadangan emas tersebut ada diangka 106,2 juta once. Angka tersebut lebih dari dua kali lipat emas di Siberia yang termasuk tambang emas terbesar nomer 5 sedunia. Tambang emas yang ada di papua dikelola oleh PT. Freeport Indonesia yang merupakan perusahaan tambang mineral afiliasi dari Freeport-McMoRan (FCX) dan Mining Industry Indonesia (MIND ID).


Oooo jadi emasnya dikelola PT. Freeport, terus masyarakatnya dapat apa?

Jika membaca surat kabar online atau offline, lebih sering kita mendengarkan kabar tidak baik dari tanah papua, mulai dari kekerasan sampai kemiskinannya. Termasuk jika kabar tersebut tentang tambang emas yang di kelola PT. Freeport Indonesia, kabar negatif seperti pencemaran lingkungan, penambangan liar, sering PHK dll.

Tulisan ini bukan hendak ingin memberikan pembelaan terhadap PT. Freeport Indonesia dan juga tidak ingin menyalahkan kabar negatif seperti diatas. Hanya saja kabar-kabar negatif tersebut rasayanya tidak seimbang jika tidak dibarengi dengan kabar yang positif dari PT. Freeport Indonesia.

Lalu, apa kontribusi PT. Freeport Indonesia terhadap masyarakat Papua?

PT. Freeport Indonesia selalu berusaha memberikan kontribusi positif bagi Masyarakat Papua dan Bangsa Indonesia secara keseluruhan melalui kegiatannya. PT. Freeport Indonesia ingin menuju pembangunan berkelanjutan dengan ikut memastikan lingkungan yang sehat bagi tenaga kerja maupun masyarakat disekitar tambang. Selain itu, PT. Freeport Indonesia juga selalu berusaha untuk menciptakan dan mendukung program peningkatan keterampilan kepada masyarakat setempat, serta menciptakan dampak positif yang permanen setelah kegiatan pertambangan tidak ada lagi di wilayah itu.

Ada 5 program pengembangan untuk masyarakat papua sebagai bentuk kontribusi PT. Freeport Indonesia untuk masyarakat papua, diantaranya:

Menciptakan Pendidikan yang Berkualitas

Masyarakat Kabupaten Mimika memiliki kesadran rendah terhadap pentingnya pendidikan karena terbatasnya akses dan fasilitas pendidikan.  PT. Freeport Indonesia Biro Pendidikan LPMAK melakukan program pengembangan masyarakat dalam bidang pendidikan untuk membuka akses seluas-luasnya kepada putra-putri daerah untuk mendapatkan pendidikan yang layak.


Sejak Tahun 1996 hingga tahun 2018 telah memfasilitasi 11.000 siswa dalam program beasiswa mulai dari tingkat SD sampai dengan S3, bekerjasama dengan pihak ke tiga dalam penyelenggaraan pelatihan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) bagi para guru di Kabupaten Mimika, dan membangun sebuah Institut Pertambangan untuk melatih putra dan putri asli Papua agar trampil menjadi pekerja tambang klas dunia.

Meningkatkan Kualiatas Kesehatan



Untuk meningkatkan kualitas kesehatan di masyarakat, PT. Freeport Indonesia memiliki program pencegahan dan penanggulangan penyakit serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mempraktekkan perilaku hidup bersih dan sehat. Hal itu juga didukung oleh berdirinya Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) di dataran rendah dan Rumah Sakit Waa Banti (RSWB)  di dataran tinggi yang didirikan dengan menggunakan dana kemitraan PT. Freeport Indonesia.

Menciptakan Ekonomi Kretaif dan Mandiri

PT. Freeport Indonesia mendukung pembangunan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi sumberdaya alam dan Program Pembinaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (PP-UMKM) dan Dana Bergulir bertujuan untuk mengembangkan kegiatan-kegiatan ekonomi masyarakat lokal dengan memberikan pembinaan dan pendampingan kepada pengusaha-pengusaha Papua yang berpotensi.


Pengembangan Infrastruktur



PT Freeport Indonesia telah mendukung pengembangan infrastruktur dasar di Kabupaten Mimika yang bisa memberikan dampak bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat lokal. Berbagai sarana dan prasarana yang telah dibangun di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi dan sarana umum tersebut ditujukan untuk mendukung akses pelayanan dasar yang layak bagi masyarakat, mempercepat proses penyerapan manfaat kegiatan pengembangan masyarakat, serta untuk mendukung keberlanjutan dari manfaat program tersebut bagi masyarakat lokal. Pembangunan infrastruktur tersebut dilakukan di dataran tinggi maupun di dataran rendah.

Menjaga dan Melestarikan Budaya



Dalam bidang budaya, PT Freeport Indonesia berkomitmen untuk melakukan promosi kebudayaan lokal agar ciri khas dan khazanah budaya suku asli tetap terpelihara seiring dengan pembangunan yang berlangsung. Promosi yang dilakukan ini meliputi promosi ke dalam dan promosi ke luar. Promosi ke dalam diperlukan agar masyarakat lokal tetap memahami budayanya meskipun hidup dan tinggal dan bersinggungan dengan berbagai macam budaya dari luar. Sedangkan promosi ke luar bertujuan agar masyarakat luas dapat mengenal corak kebudayaan lokal dari Kabupaten Mimika.


Selain program-program hebat diatas, atas dedikasi PT Freeport Indonesia berhasil mendapatkan penghargaan selama beberapa tahun terakhir ini. Diantaranya, kategori “Kepatuhan PNBP Mineral dan Batu Bara" oleh Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM), kategori kontribusi terbesar kepada negara melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan kategori perusahaan yang melakukan Program Pengembangan Masyarakat terbaik pada IMA Award 2019. Pada tahun 2018 meraih juara umum dalam Indonesia Fire Rescue Challenge (IFRC) yang di adakan oleh Tim Emergency Preparedness & Response Group (ERP) serta pada 2016 Meraih penghargaan Platinum untuk Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV & AIDS di Tempat Kerja, dari Kementerian Tenaga Kerja.

#FreeportIndonesia #TambangTembaga #NarasidariPapua #Mining for Life
Semua sumber gambar : Instagram @freeportindonesia

0 coment�rios: