Masjid Al-Aqsa belum bebas, Muslim Suriah masih di kejar-kejar tentara Bashar dan pendukung Syiah. Pun demikian dengan muslim Rohing...

Tahun Baru Hijriyah : Momentum Persatuan Untuk Kebangkitan Islam

Agustus 24, 2018 Mas Junior 0 Comments


Masjid Al-Aqsa belum bebas, Muslim Suriah masih di kejar-kejar tentara Bashar dan pendukung Syiah. Pun demikian dengan muslim Rohingya yang masih hangat-hangatnya dibunuh, diusir dan di genosida oleh militer Myanmar.

Bahkan di Indonesia pun, Umat Islam juga mendapatkan serangan penghancuran dan pemecah persatuan, meskipun tidak setragis Umat Muslim Palestina, Afganistan dan Myanmar. Seperti halnya penistaan agama, adu domba Ormas (Organisasi Masyarakat) besar Islam, dan juga agenda bangkitnya komunis yang tak dihiraukan oleh Pemerintah.

Semua bertanya-tanya, kapan ini akan berakhir?
Jawabannya adalah Muharram, Tahun Baru Islam adalah momen yang tepat untuk memulai kebangkitan dan persatuan Umat Islam. Tahun Baru Islam atau 01 Muharrom 1439 Hijriyah jatuh pada hari Kamis tanggal 21 September 2017. Sangat tepat, karena sejarah awal tahun baru Islam menandakan peristiwa penting yang terjadi dalam sejarah Islam, yaitu memperingati peristiwa Hijrah Nabi Muhammad SAW dari kota Mekkah ke kota Madinah pada tahun 622 Masehi.

Hijrah beliau bukan hanya sekedar pindah biasa, melainkan hijrah beliau merupakan perintah Allah SWT dan juga merupakan bagian dari strategi perjuangan dalam dakwah Islam. Dan buah dari hijrah itu adalah terbentuknya Khilafah Islamiyah, termasuk Khulafaur Rasyidin, hingga Khilafah Utsmaniyah sebagai khilafah terakhir dalam sejarah Islam.

Selain itu, bulan muharram –bulan pertama Hijriyah- merupakan salah satu diantara empat bulan yang dinamakan bulan Haram (Suci), seperti yang sudah disinggung dalam Al-Qur’an Surat At-Taubah ayat: 36. Kenapa dinamakan bulan haram? Karena pada bulan tersebut diharamkan berbagai pembunuhan dan pada bulan itu juga larangan untuk melakukan perbuatan haram lebih ditekankan dari pada bulan-bulan yang lain dengan tujuan untuk memuliakan bulan tersebut.

Oleh karena itu, mengaca pada sejarah Hijrahnya Nabi Muhammad SAW yang kemudian ditetapkan sebagai awal mula kalender Hijriyah, dan bulan Muharram sebagai bulan yang pertama. Sudah semestinya Tahun Baru Hijriyah kali ini dijadikan sebagai momentum untuk kebangkitan Umat Islam.
Menghapus segala bentuk kekejaman dan kedzaliman kepada umat islam yang minoritas di berbagai negara. Dengan bersatu untuk membantu Umat Islam yang lemah dan memberikan bantuan semampunya, seperti relawan jihad, uang, obat-obatan ataupun sekedar Doa. Sudah termasuk indikasi bertahap untuk kebangkitan Umat Islam. Meskipun pada kenyataannya rasa solidaritas sesama umat Islam masih lemah, terbukti dengan minimnya bantuan untuk saudara-saudara yang menderita di negara yang minoritas Islam.

Sekarang saatnya umat Islam bersatu untuk bangkit, dan perlu diingat bahwa Islam satu dengan umat Islam yang lainnya bagaikan satu tubuh, jika ada yang terluka, sudah semestinya anggota tubuh yang lainnya merasakan sakit yang sama. Bukan tidak mungkin segala bentuk kekejaman dan ke dzholiman terhadap umat Islam di bumi hanguskan, jika umat Islam seluruh dunia bersatu dan bangkit.

Jangan sampai tahun baru Islam kali ini disambut dengan perayaan yang berlebihan tanpa ada manfaat di dalamnya. Utamakan dengan kegiatan islami yang lebih bermanfaat. seperti pengajian, Tablig Akbar, ajang perlombaan, dan perbanyak ibadah untuk menyambut datangnya tahun yang baru. Sangat miris sekali jika Umat Islam sendiri lebih bangga menyambut datangnya tahun baru Masehi dari pada tahun baru Hijriyah.

Selamat Tahun Baru 1439 Hijriyah untuk semua umat Islam di seluruh dunia, saatnya kita bersatu, saatnya kita bangkit dan saatnya kita untuk menegakkan dan mengangkat tinggi-tinggi kalimat “La ila ha Illallah”.

Wallahu A’lam.
Pernah dimuat di karyakapas.com /20 September 2017

0 coment�rios: