Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah menetapkan nomor urut capres-cawapres pada pemilu 2019, itu saya ketahui dari berbagai media cetak...

Siap Menang & Siap Kalah #Pemilu2019

September 25, 2018 Mas Junior 2 Comments


Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah menetapkan nomor urut capres-cawapres pada pemilu 2019, itu saya ketahui dari berbagai media cetak dan online yang kebetulan saya baca. Sesuai pengundian yang telah dilakukan, menempatkan pasangan Joko Widodo-Kiai Ma’ruf Amin sebagai nomor urut 1 dan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebagai nomor urut 2.

Hari Minggu, 23 September 2018 menjadi hari pertama dimulainya kampanye sekaligus deklarasi kampanye damai yang secara resmi dibuka oleh Ketua KPU RI Arief Budiman bertempat di Monas, Jakarta Pusat. Turut hadir pada acara tersebut para ketum parpol kontestan Pemilu 2019 dan capres-cawapres.

Tentu bukan hanya KPU yang berharap kampanye kali ini dapat berjalan dengan damai, aman dan adil, namun juga harapan besar seluruh Masyarakat Indonesia. Tidak saling menghujat dan menghina, tapi lebih menampilkan program visi-misi dari setiap capres dan caleg. Sehingga masyarakat bisa melihat dan memilih pemimpin yang pantas melanjutkan estafet kepemimpinan di Indonesia.

Melihat pentingnya nuansa sejuk dan damai dalam Pemilu 2019, saya bersama kawan-kawan Blogger Plat-Madura ikut andil dalam menyaksikan Deklarasi yang juga dilaksanakan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umam (Bawaslu) Jawa Timur pada malam harinya yang bertempat di Hotel Majapahit Surabaya.

Turut hadir dalam acara deklarasi tersebut KPU Jawa Timur, Tim Pemenangan Capres-Cawapres, Calon DPRD Provinsi Jawa Timur, petinggi Partai Politik, Ormas dan juga Netizen. Ketua Bawaslu Jatim M. Amin mengajak seluruh kontestan pemilu berkomitmen menjaga kampanye damai di Jawa Timur sebagai provinsi terbesar nomer dua setelah Jawa Barat dengan Deklarasi ‘Kalah Terhormat, Menang Bermartabat’ dibuktikan dengan penandatanganan prasasti sekaligus pembacaan tiga poin deklarasi secara serentak.

Sudah seharusnya pemilu tahun ini bisa menghapus rekor buruk pemilu tahun sebelumnya, dimulai dari komitmen seluruh partai politik untuk mematuhi segala peraturan dan mempersiapkan jiwa serta raganya untuk menerima kekalahan. Karena yang namanya kontestasi, tentu ada yang menang dan ada yang kalah.

Untuk menerima kemenangan, tentu semua orang selalu siap untuk menerimanya. Namun, ketika takdir tuhan memberikan kekalahan, hanya sedikit yang berjiwa besar menerima kekalahan dengan lapang dada. Catatan diatas kertas para kontestan politik tentunya sudah banyak yang memprediksi kemenangan mereka masing-masing, tapi banyak juga dari mereka yang lupa bahwa hitung-hitungan diatas kertas sering kali tidak sesuai dengan realita. Pun demikian dengan peta politik yang masih bisa berubah sewaktu-waktu.

Kita tau, Indonesia memiliki tingkat fanatisme yang tinggi dalam berbagai hal, sehingga sering kali terjadi kerusuhan, kekerasan dan tindak kriminal lainnya. Sikap lapang dada menerima kekalahan agar terciptanya kalah terhormat juga mesti dimiliki oleh setiap pendukung dari partai politik, sehingga kesadaran tersebut merata di segala kalangan Masyarakat Indonesia. Jika sudah begitu Pemilu 2019 bisa berjalan dengan damai dan tenang.

Menang bermartabat tercipta dari kejujuran dan keadilan KPU sebagai panitia pemilu, Bawaslu sebagai pengawas dari pelaksanaan pemilu serta seluruh Masyarakat Indonesia sebagai peserta demokrasi. Masyarakat juga harus memilik keterlibatan secara aktif dalam proses berjalannya tahapan pemilu, khususnya dalam hal pengawasan atau pemantauan proses pemilu.

Peran dan partisipasi masyarakat sipil dalam mengawasi atau memantau jalannya proses kontestasi demokrasi merupakan hal yang sangat penting. Partisipasi bertujuan mendorong aktif kegiatan demokrasi untuk semua proses kepemiluan, kepentingan fokus partisipasi menjadi indikator peningkatan kualitas demokrasi dan kehidupan politik bangsa.

Sebelum acara deklarasi ‘Kalah Terhormat, Menang Bermartabat’ di tutup dengan do’a, disuguhkan serangkaian tari yang diakhiri dengan membuka payung peserta yang hadir secara serentak. Simbol payung tersebut sebagai pengikat untuk para kontestan pemilu berkampanye dibawah regulasi yang ada. Baik, dari peraturan undang-undang, peraturan KPU dan Bawaslu.

Deklarasi serupa juga berlangsung di seluruh Bawaslu kota/Kabupaten secara serentak dengan kegiatan senam awas. Sesuai instruksi Bawaslu Jawa Timur.

2 komentar: