Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat...

Menyumpah ‘Kembali’ Pemuda Milenial

November 04, 2018 Mas Junior 0 Comments


Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia. Sumpah Pemuda adalah buah dari Kongres Pemuda II yang diselenggarakan Pada hari Sabtu-Minggu, 27-28 Oktober 1928.

Kongres yang berlangsung di Batavia (Jakarta) itu menghasilkan komitmen ingin bersatu demi Indonesia. Mereka pun mengikrarkan 3 hal, yaitu bertanah air Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia dan berbahasa satu bahasa Indonesia. Ketiga hal inilah yang kemudian dikenal sebagai Sumpah Pemuda sampai saat ini.

Bermodalkan semangat pemuda-pemudi Indonesia berkumpul untuk memperkokoh persatuan dan juga menjujung tinggi Indonesia. Pada saat diikrarkannya sumpa pemuda Negara Indonesia belum merdeka. Tentu saja perjuangan-perjuangan pemuda Indonesia adalah untuk mendapatkan kemerdekaan. Salah satunya dengan bersatu menyatukan cita, semangat dan tekad untuk merebut kemerdekaan, bahkan dengan menumpahkan darah sekalipun. 17 tahun kemudian, ikrar ini melahirkan Proklamasi Kemerdekan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945.

Sumpah pemuda yang diperingati  setiap tanggal 28 Oktober adalah untuk membuat pemuda-pemudi Indonesia mengingat perjuangan-perjuangan pemuda Indonesia zaman dulu dan juga sebagai waktu untuk pemuda Indonesia dapat merefleksikan diri melalui hal-hal positif. Sesederhana apapun bentuk refleksi di sumpah pemuda, ketika itu hal positif maka sebagai pemuda kita harus ikut untuk menuangkan karya-karyanya untuk Indonesia.

Refleksi Hari Sumpah Pemuda

Saat ini kondisi Indonesia tengah dihadapkan dengan banyak persoalan, mulai dari maraknya bencana alam yang silih berganti menerpa beberapa wilayah di Indonesia, kejahatan narkoba, terorisme, radikalisme, korupsi, illegal logging, illegal fishing dan sebagainya, itu ada dan terjadi secaran berkesinambungan. Dan yang sangat berbahaya adalah ancaman perpecahan dari bangsa sendiri.

Perpecahan yang paling besar akibat pemilu nyata adanya. Kebebasan berpolitik banyak dimaknai sebebas-bebasnya, sehingga berani menabrak norma yang selama ini melekat dalam kehidupan masyarakat. Adu domba antar kubu pun tak terhindari, ujaran kebencian dan hoaks banyak bertebaran di media sosial setiap harinya sehingga mengakibatkan suasana politik semakin memanas.

Melalui peringatan hari sumpah pemuda tahun ini diharapkan pemuda-pemudi Indonesia bisa memberikan kontribusi nyata untuk mengembalikan lagi semangat persatuan dan menjungjung tinggi Indonesia. Jumlah pemuda di Indonesia mencapai 61,83 juta jiwa atau 24,53 persen dari total 252,04 juta jiwa penduduk Indonesia. Dari jumlah itu, mereka sebetulnya adalah kekuatan potensial dalam mengggerakkan perubahan sosial.

Kalau melihat dari history, pemuda Indonesia merupakan aktor penting dalam beberapa momentum vital yang melahirkan bangsa ini, mulai dari Kebangkitan Nasional, Sumpah Pemuda, Proklamasi Kemerdekaan hingga Revolusi Nasional 1945. Ditangan pemudalah terpikul sebuah tugas sejarah yang besar, melanjutkan dan mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa, yakni mewujudkan persatuan dan kesatuan NKRI.

Pemuda-pemudi bisa menyumbangkan gagasan untuk kemajuan bangsa. Disamping itu, melaui riset atau penelitian pemuda bisa menyumbang pengetahuan yang memperkaya pengetahuan para pengambil kebijakan dan rakyat banyak. Pemuda juga bisa mendorong inovasi dan penemuan teknologi baru untuk kepentingan rakyat banyak.

Ide-ide unik dari generasi pemuda Indonesia terbukti telah banyak mewarnai di era digital saat ini. Lahirnya market place seperti Bukalapak dan Tokopedia adalah inspirasi dari banyak pendiri perusahaan internet pada awal tahun 2000-an. Meski era digital sangat menantang dan persaingan juga ketat. Tapi optimistis pemuda Indonesia, menjadikan era digital sebagai kesempatan baru dan peluang besar untuk berinovasi.

Selain itu Pemuda Indonesia juga harus berada di garda terdepan melawan korupsi, melawan berbagai kebijakan politik yang merugikan rakyat banyak. Dan yang terpenting, pemuda harus bisa mengatasi masalah perpecahan yang ditimbulkan dari berbagai macam aspek serta menjadi fasilitator pemersatu bangsa.

Tidak hanya pemuda, semua komponen bangsa juga harus memaknai Hari Sumpah Pemuda terlebih menjadikan bangsa Indonesia sebagai Rumah Besar bersama yaitu ‘INDONESIA’. Jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan kaum fanatik. Dengan tetap menjaga cita-cita bangsa dan ikut membangun Indonesia yang adil dan solider, yang demokratis dan tetap menghargai pluralitas.

Generasi pemuda Indonesia hari ini harus mewarisi semangat para pemuda yang bersumpah pada tahun 1928 itu. Ini adalah generasi baru yang mencoba mewarisi semangat para pendiri bangsa untuk mengambil risiko besar dalam kehidupan mereka untuk mencapai hal-hal yang lebih besar lagi. Apalagi ini adalah zaman di mana internet telah membantu kita menghilangkan berbagai keterbatasan.

Jadi, sudah saatnya perayaan sumpah pemuda sebagai ajang merefleksikan sumpah pemuda yang diikrarkan sebagai bentuk perjuangan pemuda-pemudi Indonesia dulu. Refleksi ini bisa dilakukan dengan berbagai macam kegiatan yang bernilai positif. Dengan refleksi tersebut menandakan bahwa pemuda sekarang turut bersumpah kembali demi persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

*Terbit di Jawa Pos Radar Madura Edisi Rabu, 07 November 2018 (Menyumpah 'Kembali' Pemuda Milenial)


0 coment�rios: